“Saya tidak bisa membandingkan motor 2019 dengan 2018 karena belum ada di tim saat itu. Bagian depan motor sangat sensitif. Anda perlu memahami trik dan cara untuk mengendarainya dengan baik. Kepercayaan diri yang didapat dari bagian depan saat mengerem untuk memasuki tikungan, bukan perasaan yang terbaik,” tutur Jorge Lorenzo, mengutip dari Crash, Sabtu (18/5/2019).
“Akan tetapi, begitu lah keadaannya. Kami punya beberapa titik keunggulan, seperti ketika memasuki dan melibas tikungan tertentu, serta mesin yang sangat bagus,” imbuh juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.
Selain masalah bagian depan, Jorge Lorenzo juga masih kesulitan menentukan posisi duduknya di RC213V. Ia sempat meminta tipe jok yang sama dengan yang dipakainya di Yamaha dan Ducati, tetapi tidak bekerja dengan baik.
(Andika Pratama)