Bos Aprilia Minta Maaf Telah Buat Kisruh MotoGP karena Laporkan Ducati

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Kamis 21 Maret 2019 18:32 WIB
Pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso. (Foto: MotoGP)
Share :

FAENZA – CEO Aprilia Gresini, Massimo Rivola, menyampaikan permintaan maafnya karena telah membuat kisruh MotoGP usai dirinya melaporkan Ducati lantaran dianggap menggunakan komponen ilegal saat tampil di seri Qatar. Namun Rivol merasa hal itu memang harus ia laporkan karena apa yang dilakukan Ducati telah melanggar peraturan yang ada di MotoGP.

Rivola bisa dikatakan menjadi yang pertama melaporkan Ducati terkait penggunaan winglet di Desmosedici GP 19. Pengalamannya menjadi petinggi Ferrari di ajang balap Formula One (F1), membuat ia tahu bahwa penggunaan winglet di motor Ducati itu tak hanya sekadar mendinginkan ban saja, seperti yang dipaparkan tim pabrikan Italia tersebut. Namun juga memberikan downforce sehingga memberikan kecepatan lebih saat berada di tikungan.

Baca Juga: Pensiun atau Tidaknya Rossi Tergantung Performa YZR-M1

Rivola yang mengetahui hal itu pun langsung melaporkan Ducati kepada pihak MotoGP. Meski tahu dirinya bakal dibenci oleh para pendukung Ducati, terlebih Rivola baru bergabung di dunia balap MotoGP, namun ia merasa sudah kewajibannya untuk memberitahukan sesuatu hal yang salah. Ia minta maaf karena telah buat kisruh, namun ia tetap harus melaporkannya.

“Tentu saja saya tahu bahwa saya telah membuat diri saya tidak disukai oleh para penggemar Ducati dan dikatakan: ‘Sekarang datang orang sok pintar dari F1 dan langsung menghancurkan olahraga kami’” kata Rivola, dikutip dari Speedweek, Kamis (21/3/2019).

“Ketika saya pergi ke Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna), saya pun berkata, ‘Maaf karena saya orang baru di sini, ini race pertama saya dan saya sudah menyebalkan. Tapi saya pikir itu sudah menjadi tugas saya untuk mengatakan bahwa itu adalah ilegal (winglet yang digunakan Ducati),” sambungnya.

Saat ini Ducati memang sudah dilaporkan oleh empat tim terkait penggunaan winglet di motor Desmosedici GP 19 itu. Empat tim tersebut adalah Aprilia, KTM, Suzuki, dan Honda. Keputusan ilegal atau tidaknya pun bakal diputuskan sebelum MotoGP Argentina 2019 dihelat.

(Andika Pratama)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya