KUALA LUMPUR – Legenda Bulu Tangkis Denmark, Marten Frost, mengaku tak terkejut dengan hadirnya pemain yang tidak diunggulkan bisa tampil di BWF World Tour Finals 2018. Ia menilai hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya turnamen yang diikuti para pemain di dunia pada tahun ini.
Tercatat ada 26 turnamen yang dimulai sejak Januari hingga November 2018, baik dari kelas Super 100 hingga 1000 diperebutkan para pemain dunia untuk menjadi delapan yang terbaik. Tak heran, ada pemain yang sejatinya tak memiliki prestasi mencolok tetapi melaju ke BWF World Tour Finals 2018.
“Secara umum, saya adalah penggemar (dari olahraga) yang memiliki banyak turnamen dan lebih banyak hadiah uang. Tur baru ini memberi lebih banyak opsi dan kemungkinan saya sangat menikmatinya. Pemain harus terbiasa memainkan lebih banyak turnamen,” ungkap Frost, mengutip dari laman resmi BWF, Minggu (9/12/2018).
“Tahun ini kami telah melihat pemain yang lebih baik menjadi lebih lelah, yang menghasilkan lebih banyak gangguan, tetapi juga bagus untuk permainan,” tambahnya.
Baca juga Marquez Pulang ke Rumah Usai Jalani Operasi Bahu
Jika dari kubu Indonesia, sebut saja seperti Tommy Sugiarto dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Meski tak memiliki prestasi mencolok di level teratas, tetapi keduanya cukup breprestasi dan konsisten di level Super 500 ke bawah. Maka dari itu Frost menyarankan jika turnamen mendatang, BWF World Tour Finals dinilai dari prestasi pasangan di level teratas.
“Meski begitu untuk memastikan pemain dan pasangan terbaik (dunia) berada di final akhir tahun, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan lagi. Mungkin hanya kategori Super 1000, Super 750 atau Super 500 yang harus diperhitungkan dalam ranking ke Guangzhou. Atau mungkin poinnya bisa terkait dengan peringkat dunia BWF,” pungkasnya.
(Fetra Hariandja)