JAKARTA - Pemanah Indonesia, Diananda Choirunissa harus mengubur mimpinya untuk meraih medali emas di cabang olahraga panahan Asian Games 2018. Kekalahannya di partai final harus membawa wanita berusia 21 tahun itu pulang dengan medali perak.
Kegagalan Diananda ini pun menyimpan cerita tersendiri bagi sang Ibunda yakni Ratih Widyanti. Ia menuturkan bahwa sang putri sejatinya memiliki nazar kepada dirinya jika memenangkan medali emas Asian Games 2018. Nazar tersebut adalah memberangkatkan keluarga untuk umrah.
Akan tetapi nasib berkata lain. Ia harus puas meraih perak dan langsung menangis mendatangi sang ibu dengan memberikan pelukan. Diananda menyampaikan permintaan maaf karena gagal membawa pulang medali emas.
(Foto: INASGOC)
(Baca juga: Pemanah Diananda Choirunissa Sumbang Perak di Asian Games 2018)
"Dia bilang 'maaf enggak bisa kasih emas ke Mama' soalnya dia sebelumnya ngomong 'kalau saya dapat emas kita umrah ya sekeluarga' cuma gitu dia keinginannya. Tapi pas dia minta maaf enggak bisa kasih emas, 'enggak jadi umrah ya ma'. Tapi kata saya enggak apa-apa bisa kok," ucap Ratih di lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.