MILTON KEYNES – Penasihat Red Bull Racing (RBR), Dr Helmut Marko, tampak masih kesal dengan keputusan Daniel Ricciardo hijrah dari tim yang bermarkas di Milton Keynes, Inggris, tersebut. Ia memprediksi pembalap Australia itu akan sulit meraih kemenangan di masa depan bersama Renault.
Sebagaimana diketahui, Daniel Ricciardo memutuskan pindah dari Red Bull ke Renault untuk musim balapan F1 2019. Kepindahan tersebut mengejutkan banyak pihak, tidak terkecuali Helmut Marko.
Pria berusia 75 tahun itu mengatakan, ia dan pemilik Red Bull Dietrich Mateschitz sudah mengharapkan Ricciardo untuk memperpanjang kontrak beberapa hari usai race di Hungaria, Juli 2018. Namun, Marko justru mendapatkan kabar mengejutkan kalau pembalap berusia 29 tahun itu bergabung dengan Renault.
(Baca juga: Pierre Gasly Kaget Dipromosikan ke Red Bull)
Marko yakin alasan utama kepindahan Ricciardo adalah peralihan mesin dari Renault ke Honda yang dilakukan Red Bull mulai musim 2019. Menurut pria asal Austria itu, pembalap murah senyum itu tidak percaya dengan proyek yang akan dijalani Red Bull dan mendapat tawaran lebih baik dari Renault Sport.
“Saya hanya bisa menyimpulkan kalau dia tidak percaya dengan proyek Honda dan Renault menawarinya kontrak dengan angka menggiurkan. Tetapi saya pikir perayaan Shoey akan sulit baginya di masa depan,” ujar Helmut Marko, dinukil dari Crash, Rabu (22/8/2018).
Sebagai informasi, perayaan mulai Shoey dilakukan Daniel Ricciardo sejak 2016 ketika dirinya berhasil menapaki podium atau memenangi balapan. Pembalap bernomor mobil 3 itu akan mencopot salah satu sepatunya, menuang sampanye, dan langsung meminumnya.
(Fetra Hariandja)