“Itu menakutkan karena itu terjadi bukan hanya sekali, tiga kali secara beruntun, dan sekarang kami memiliki tekanan dan sensor temperatur pada bannya, dan kami tidak pernah meliha suhu 95 derajat pada ban depan. Itu terlalu tinggi,” lanjut pembalap asal Italia itu.
“Michelin sebelumnya mengatakan kalau 85 derajat sudah sangat panas, namun yang terjadi 95 derajat, dan pastinya saya tidak bisa berhenti. Posisi kedelapan cukup bagus. Pastinya saya tidak bisa senang, namun saya mendapat beberapa poin, saya berada di posisi kelima di klasemen kejuaraan,” tandas Petrucci.
(Fetra Hariandja)