VALENTINO Rossi bisa dibilang legenda balap MotoGP. Semenjak mentas di kelas MotoGP pada 2000 (saat itu masih bernama 500cc), Rossi sudah mengoleksi tujuh gelar. Dari tujuh gelar yang diraih, 2008 jadi musim terbaik The Doctor –julukan Rossi.
Saat itu setelah melewati 18 race, Rossi menutup musim dengan koleksi 373 angka. Tidak heran Rossi meraih angka fantastis saat itu. Menunggangi motor Yamaha yang disponsori FIAT, Rossi 16 kali naik podium di musim tersebut!
Hal itu berarti hanya dua kali Rossi gagal naik podium di musim tersebut. Sebut saja saat finis kelima di GP Qatar dan menyelesaikan balapan di posisi 11 pada GP Belanda. Namun, bukan 2008 saja Rossi melewati 16 podium dalam satu musim kompetisi.
BACA JUGA: Mantan Pembalap MotoGP: Saya dengan Doohan Bersaing seperti Rossi dan Lorenzo
Sebelumnya, Rossi juga 16 kali naik podium di musim 2003 dan 2005. Musim 2003 lebih luar biasa lagi. Hal itu karena Rossi selalu naik podium dalam 16 race yang digelar. Sekadar informasi pada 2003, balapan hanya berlangsung 16 race.
Singkat kata di musim tersebut Rossi keluar sebagai kampiun. Ia mengoleksi 357 poin, unggul 80 poin dari Sete Gibernau di posisi dua. Sementara itu pada 2005, Rossi 16 kali naik podium dari 17 race. Hanya satu kali Rossi gagal naik podium, tepatnya saat gagal finis di MotoGP Jepang.
Sama seperti dua musim lain, pada 2005 Rossi juga keluar sebagai kampiun. Setelah melewati 17 race, pembalap berpaspor Italia itu mengemas 367 angka. Rossi unggul 147 poin dari Marclo Melandri di posisi kedua.
BACA JUGA: Pernat Sebut Valentino Rossi Masih Penasaran dengan Gelar Juara Dunia Ke-10
Namun, catatan di atas hanyalah sejarah. Pencapaian Rossi bersama Yamaha dalam beberapa musim terakhir mengalami penurunan. Selain faktor umur, kualitas motor Yamaha saat ini bisa dibilang berada di bawah Repsol Honda dan Ducati.
Karena itu, tim mekanik Yamaha wajib memberikan motor kompetitif bagi Rossi di MotoGP 2018. Sebab, MotoGP 2018 disebut-sebut sebagai musim terakhir Rossi mentas di ajang MotoGP.
(Ramdani Bur)