SHAH ALAM – Gelar juara baru saja dipersembahkan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berkat kemenangannya di final Malaysia Open Superseries Premier 2016. Fokus dan konsentrasi tinggi disebut menjadi rahasia kemenangan Owi/Butet.
Hal ini disampaikan langsung oleh Liliyana. Menurut pebulutangkis berusia 30 tahun tersebut, catatan baik yang dimiliki kontra sang lawan yakni Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, tidak sekalipun dipikirkannya dan Tontowi.
Owi/Butet memang memiliki catatan yang baik kontra Chan/Goh. Dari tujuh duel yang terjadi sebelum laga di final ini, Owi/Butet mampu memenangkan enam di antaranya. Satu-satunya kekalahan yang dialami mereka terjadi pada 2012 di ajang Li Ning China Open.
“Kami tidak memikirkan head-to-head yang unggul. Walaupun kami unggul 6-1, tapi kami anggap ini 0-0 lagi. Kami harus tetap fokus pada pertandingan dan tidak lengah,” tutur Liliyana, seperti dimuat laman resmi PBSI, Minggu (10/4/2016).
“Kami tidak terpengaruh. Benar-benar fokus. Yang penting saya harus fokus. Malaysia hari ini bermain bagus. Kalau kami benar-benar tidak siap dan tidak tahan, kami tidak tahu bisa juara atau tidak,” imbuh Tontowi.
(Zanel Farha Wilda)