Enam Petinju Tak Terkalahkan Sepanjang Sejarah

Fetra Hariandja, Jurnalis
Rabu 02 Desember 2015 13:51 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Publik tinju dunia menjadi saksi sejarah ketika Floyd Mayweather Junior mengalahkan Manny Pacquiao. Kemenangan itu sekaligus mengukuhkan rekor Mayweather sebagai petinju tidak terkalahkan sepanjang kariernya.

Berbicara tidak terkalahkan, ternyata bukan hanya menjadi milik Mayweather. Beberapa petinju tercatat tidak terkalahkan pernah menghiasi olahraga keras ini.

Berikut daftar petinju yang tidak terkalahkan:

1. Floyd Mayweather Jr 49-0, 26 KO (1996-)

Mayweather Jr memulai karier profesionalnya pada 1996. Hari bersejarah dalam dunia tinju tercipta usai menganvaskan Roberto Apodaca (Meksiko) pada ronde kedua di Texas Station Casino, Las Vegas, Nevada.

Sebanyak 11 titel juara dari berbagai versi menjadi miliknya. Beruntung, rekornya tetap abadi karena mampu mengalahkan Pacquiao dalam duel akbar sepanjang 2015 ini.

2. Rocky Marciano 49-0, 43 KO (1947-1955)

Salah satu petinju terbesar sepanjang masa adalah Rocky Marciano. Ia mengakhiri kariernya dengan rekor 49-0. Petinju kelahiran Amerika Serikat (AS) 1 September 1923 ini juga mengukir prestasi di kelas berbeda.

Kendati karier profesionalnya hanya delapan tahun, Marciano bisa diklaim sebagai petinju sukses. Kemenangan perdana Marciano dibukukan ketika menganvaskan kompatriotnya, Lee Epperson pada ronde ketiga.

3. Ricardo Lopez - 51-0, 1 imbang, 38 KO (1985-2001)

Petinju kelahiran Cuernavaca, Morelos, 25 Juli 1966 ini pantas dinobatkan sebagai salah satu pahlawan olahraga Meksiko. Namanya sangat ditakutkan petinju lain di kelas strawweight dan terbang.

Dia memegang gelar juara dunia str awweight pada periode 1990-1999. Kemudian menjadi yang terbaik di kelas terbang. Satu-satunya lawan yang menghentikan rekor kemenangan beruntun Lopez adalah Rosendo Alvarez. Pertarungan keduanya berakhir imbang.

Namun pada pertandingan ulang keduanya, Lopez mengalahkan Alvarez. Kemenangan itu sekaligus memastikan dirinya mengoleksi gelar minimumweight versi WBA dan WBC.

4. Joe Calzaghe 46-0, 32 KO (1993-2008)

Berasal dari Wales, Joe Calzaghe memulai debut profesionalnya pada 1993. Kala itu, ia memukul jatuh Paul Hanlon pada ronde pertama di Cardiff Arms Park, Cardiff.

Namanya semakin cemerlang ketika mengalahkan legenda tinju Inggris, Chris Eubank dengan kemenangan angka. Kemenangan itu sekaligus memastikan dirinya menyandang gelar Super Middleweight versi WBO yang kala itu lowong.

Setelah 15 tahun tidak terkalahkan, Calzaghe akhirnya bisa merasakan bertarung di Amerika Serikat (AS). Lawan yang dikalahkan juga petinju ternama, Bernard Hopkins di Thomas & Mack Center, Las Vegas, Nevada, 19 April 2008. Tujuh bulan berselang, Calzaghe kembali memastikan kemenangan atas Roy Jones, Jr sekaligus memutuskan gantung sarung tinju.

5. Edwin Valero 27-0, 27 KO (2002-2010)

Atlet kelahiran Bolero Alto, Mérida, Venezuela, 3 December 1981 ini merupakan petinju dengan rekor kemenangan sempurna. Dari 27 pertarungan, Valero selalu membuat lawannya mencium kanvas alias jatuh.

Valero mengawali kariernya ketika memukul jatuh rekan rekan senegaranya, Eduardo Hernandez, pada ronde pertama, 9 Juli 2002. Namanya langsung bersinar dan menjadi petinju paling menakutkan sepanjang eranya.

Gemilangnya prestasi Valero mencuri perhatian promotor tinju kelas kakap saat itu. Namanya bahkan sudah direncanakan berhadapan dengan legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao.

Sayang, rencana pertarungan keduanya urung terlaksana setelah Valero mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dia menyudahi hidupnya setelah dituduh membunuh istrinya pada 2010.

6. Laszlo Papp 27, 2 Imbang, 15 KO (1957-1964)

Petinju kidal asal Hungaria ini masuk dalam kategori sangat sukses sepanjang kariernya. Papp bahkan menyumbangkan tiga medali Olimpiade bagi negaranya yakni Olimpiade 1948 di London, Olimpiade 1952 (Helsinki), dan Olimpiade 1956 (Melbourne).

Kendati mengharumkan nama bangsa, pemerintah Hungaria yang menganut faham komunis justru menjadi penghambat. Kala itu, pemerintah Hungaria tidak mengizinkan tinju profesional.

Keadaan itu memaksanya untuk berlatih di luar negeri dan dipilih Wina, Austria. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan mengalahkan petinju veteran Tiger Jones, Hippolyte Annex dan Chris Christensen. Setelah Christensen, Papp mengalahkan Randy Sandy dari Amerika Serikat.

Pada tahun 1964 menjadi mimpi buruk dalam kariernya. Pemerintah Hungaria tidak mengeluarkan izin kepada Papp untuk lawatan ke luar negeri. Saat itu, Papp dijadwalkan akan menggelar pertarungan gelar juara dunia.

(Fajar Anugrah Putra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya