MELBOURNE – Setelah mengalami kegagalan di Albert Park, Minggu lalu, pembalap tim Mercedes, Lewis Hamilton diyakini masih menjadi unggulan dalam perburuan gelar juara dunia Formula One (F1) musim ini.
Dalam seri pertama F1 di Grand Prix Australia, Hamilton gagal finis, setelah mobil W05 miliknya mengalami masalah pada mesin di lap keempat yang membuatnya masuk pit dan mengakhiri balapan lebih awal. Namun kesedihan Hamilton tak berlangsung lama. Setidaknya sang presiden Mercedes memberinya dukungan moral.
Hal tersebut diungkapkan oleh presiden Mercedes sendiri, Niki Lauda yang menganomalikan peristiwa Minggu lalu seperti yang ia alami pada tahun 1984 dimana dirinya gagal finish pada seri pertama di Jacarepagua, Brasil dan rekan McLarennya Alain Prost memenangkan GP Brasil.
“Aku peluk dia (Hamilton) sambil berucap ‘ini baru race pertama’. Pada tahun 1984 Saya juga mengalami hal yang serupa dengan gagal di race pertama tetapi pada akhirnya saya keluar sebagai juara dunia,”ucap Lauda kepada Hamilton, disuarakan Inautonews, Selasa (18/3/2014).
Memang pada musim 1984 tersebut, ketika Lauda masih berkarir sebagai pembalap F1 bersama tim McLaren yang keluar sebagai juara dunia dengan selisih hanya setengah poin dari Alain Prost. Lebih lanjut, pria Austria tersebut juga menjelaskan bagaimana Mercedes dapat melakukan Start yang baik di musim 2014 ini.
“Ini semua karena kami telah melakukan yang terbaik dengan adanya regulasi mesin terbaru. Dan juga sudah dari musim panas kemarin, ketika Red Bull menitik fokuskan pada musim 2013. Kami sudah bekerja dengan mobil baru.
(Hendra Mujiraharja)