LAS VEGAS – Juan Manuel Márquez sudah tak lagi muda – terhitung usianya sudah kepala empat (40 tahun). Meski begitu, petinju asal Meksiko ini belum punya bayangan kapan akan gantung sarung tinju.
Petinju berjuluk El Dinamita itu masih belum tahu, apakah setelah pertarungan melawan Timothy Bradley dini hari nanti, akan jadi pertarungan terakhir dalam 21 tahun karier profesionalnya selama ini.
“Saya tidak tahu, saya benar-benar belum tahu. Mungkin sudah waktunya untuk pergi (pensiun). Tapi kita lihat saja nanti,” tutur Márquez, sebagaimana diwartakan ReviewJournal, Sabtu (12/10/2013).
“Saya tahu bahwa akhir (karier) saya sudah dekat. Seberapa dekat? Saya tidak tahu. Tapi akan menyenangkan jika bisa keluar ring dengan gelar dan mengucapkan selamat tinggal,” lanjutnya.
Ya, Márquez memang tengah mengincar gelar kelas welter versi WBO yang saat ini masih melingkar di pinggang Bradley. Dini hari nanti, Márquez berencana merebutnya. Tapi untuk mengalahkan petinju yang jauh lebih muda darinya itu, Márquez perlu strategi dan menurutnya, kecepatan dan pergerakan akan jadi kunci kemenangan kali ini.
“Saya pikir, pertarungan ini akan dimenangkan dengan kecepatan dan pergerakan. Pertarungan-pertarungan sebelumnya yang dihadapi Bradley melawan Manny (Pacquiao) dan (Ruslan) Provodnikov, memberinya pengalaman yang belum pernah dia miliki dan itu akan membantunya di pertarungan ini,” tutup Márquez.
(Randy Wirayudha)