LOS ANGELES – Wacana pertarungan antara Floyd Mayweather Jr. kontra Manny Pacquiao, tak habis didengungkan. Tapi faktanya, wacana tersebut masih jauh dari kenyataan. Belakangan, Mayweather pun takkan menyesal jika harus mengakhiri karier tanpa melawan Pacquiao.
Mungkin, penuturan pernyataan itu adalah buah dari ketidaksabaran Mayweather yang masih menanti persetujuan Pacquiao. Pasalnya, dari sejumlah percobaan perundingan, selalu mentok ketika sudah masuk membahas finansial.
“Dengan atau tanpa Pacquiao, tak menjadi masalah bagi seorang Floyd Mayweather. Floyd hanya bertarung untuk dirinya sendiri. Pada akhirnya, Floyd Mayweather akan selalu berbahagia,” tukasnya, seperti disadur ABS-CBNNews, Senin (5/3/2012).
Soal nyali, mungkin Pacman tak ada takutnya dengan Mayweather, dan begitupun sebaliknya. Tapi Pacquiao masih tak bisa menerima apa yang ditawarkan Mayweather soal penghasilan.
Mayweather menawarkan USD 40 juta bagi Pacquiao, tapi Pacquiao meminta lebih, yakni pembagian 50-50 atas hasil dari pendapatan pertarungan pay-per-view tersebut dan tentu Mayweather menolak.
“Saya pernah menelepon langsung kepada Manny. Tawaran yang saya ajukan, adalah USD 40 juta dan bahkan saya bilang akan langsung mentransferkannya USD 20 juta pertama dalam 72 jam ketika itu,” tambah Mayweather.
“Tawaran saya sudah terstruktur dari berbagai periode selama saya ada di dunia tinju. Saya akan tetap menyimpan 100 persen pendapatan dan kenapa juga saya harus membaginya 50-50?,” lanjutnya.
“Saya telah memberikan hidup saya di olahraga ini. Saya mendominasi dunia tinju. Saya pun punya banyak pemecahan rekor sedangkan tak satupun rekor yang pernah dia pecahkan,” tutup peraih medali perunggu di Olimpiade 1996 tersebut.
Sementara wacana Mayweather vs Pacquiao terus mengambang, keponakan Roger dan Jeff Mayweather itu terlebih dulu melawan Miguel Cotto, 5 Mei mendatang. Pertarungan di kelas welter itu, memperebutkan gelar super-welter WBA milik Cotto.
(Randy Wirayudha)