LAS VEGAS – Floyd Mayweather Jr. berhasil mengkanvaskan Victor Ortiz di ronde keempat untuk memastikan merebut gelar WBC kelas welter, Minggu (18/9/2011).
Sejak bel ronde pertama dibunyikan, sudah mengindikasikan, kecepatan Mayweather masih ada. Petinju Amerika Serikat ini juga mendaratkan beberapa pukulan akurat, sementara Ortiz kehilangan kesempatan untuk membalas pukulan-pukulan Mayweather.
Di ronde kedua, Ortiz bergerak lebih agresif, pertarungan lebih seru, tapi pukulan-pukulan petinju berusia 24 tahun lebih banyak tak menemui sasaran. Sementara Mayweather lebih banyak menghindar.
Di ronde ketiga, Ortiz sedikit mendominasi namun Mayweather juga tak membiarkan dirinya menjadi samsak untuk dipukuli petinju berusia 24 tahun itu. Ortiz beberapa kali sempat mencoba masuk ke pertahanan Mayweather untuk mencuri pukulan.
Kemudian, barulah di ronde keempat, insiden kontroversial terjadi. Pukulan pamungkas Mayweather terjadi hanya setelah dua petarung ini saling memeluk di tengah-tengah ring setelah Ortiz tampak dengan sengaja menanduk kepala Mayweather.
Ketika mereka dipisahkan wasit, Ortiz mencoba meminta maaf kepada Mayweather dengan cara mengulurkan sarung tinjunya, ketika Ortiz tak konsentrasi, Mayweather langsung menghantam dengan hook kiri dengan kombinasi pukulan tangan kanan yang menempatkan Ortiz di kanvas.
Wasit Joe Cortez tetap menghitung saat Ortiz berjuang untuk bangun. Pada hitungan kesepuluh, Mayweather dinyatakan sebagai pemenang untuk merebut kembali sabuk WBC yang terakhir didapatnya tahun 2008.
Kejadian tersebut memicu kontroversi karena Ortiz dianggap tengah tak siap dan dalam kondisi tidak bertarung saat Mayweather menyerangnya. Ironisnya, sang wasit tetap menghitung saat Ortiz jatuh.
(Fitra Iskandar)