Ke London 2012, Indonesia Enggan Manfaatkan Wild Card

Randy Wirayudha, Jurnalis
Kamis 15 September 2011 21:07 WIB
Share :

JAKARTA – Sudah lama Indonesia memanfaatkan wild cards yang kerap diberi IOC/NOC (International Olympics Council/National Olympics Council) dan juga tuan rumah penyelenggara. Kali ini, Indonesia akan mencoba mandiri jelang Olimpiade 2012 London.
 
Ya, biasanya dalam beberapa cabang yang masih lemah, Indonesia kerap menggunakan wild card dari IOC/NOC untuk lolos langsung ke putaran final dan tak mengikuti babak kualifikasi yang diadakan sejumlah cabang olahraga.
 
Hal ini dikatakan langsung oleh sekjen KOI (Komite Olimpiade Indonesia), Timbul Thomas Lubis, sebagaimana di lansir Investors, Kamis (15/9/2011): “Kami tidak akan menggunakan kesempatan wild card, meski pun kami ditawarkan, kali ini untuk mengatakan tidak untuk itu,”.
 
“Sekarang sudah tidak pantas lagi untuk kami mendapatkan wild card,” lanjutnya.
Menurut Timbul juga, lebih baik wild card yang ada di berikan ke Negara-negara yang masih berkembang dalam hal olahraga. Sebelumnya, Indonesia telah mendapat hak tersebut sejak 11 tahun silam, di Olimpade Sydney.
 
Kali ini, Timbul ingin para atlet Indonesia mengandalkan kerja keras untuk lolos kualifikasi di sejumlah cabang yang mewajibkan adanya babak kualifikasi. Selain itu, dia juga menyatakan Indonesia masih memiliki kesempatan besar untuk meneruskan tradisi emas di pesta olahraga seantero jagat itu.
 
“Beberapa atlet kami – seperti tinju, karate, atletik dan renang akan dijadwalkan berpartisipasi dalam even internasional jelang kualifikasi Olimpiade. Sementara Badminton dan angkat besi, adalah dua cabang di mana kami masih memiliki kans besar untuk merebut emas,” papar Timbul lagi.
 
Mengenai kontingen, tetap saja Indonesia hanya akan menurunkan sejumlah atlet di cabang-cabang olahraga yang memiliki kans dan potensi medali, karena besarnya jumlah kontingen yang akan diikutkan, belum tentu menjadi faktor utama merebut medali.
 
“Kami tidak akan menurunkan atlet yang telah mencapai usia maksimal, karena hal itu hanya akan meningkatkan jumlah kontingen tanpa jaminan meraih medali lebih dari perhitungan,” tutupnya.
 
Sementara, sebelumnya Indonesia terakhir kali mendapat wild card, adalah pada Olimpiade Beijing, 2008 silam. Empat atlet yang menerima wild card itu adalah pelari Dedeh Erawati, Triyaningsih, Rini Budiarti dan atlet panahan Gina Rahayu.
 
Selain itu, di Olimpiade sebelumnya juga ada beberapa nama penerima wild card. Sebut saja, dua petenis Angelique Widjaja (Athena 2004) dan Wynne Prakusya (Sydney 2000).

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya