JAKARTA - Keberhasilan Trianingsih mendulang dua medali emas dari SEA Games (SEAG) 2009, Laos, mulai mendapatkan respon. Bukan hanya meraih bonus yang membuatnya menjadi atlet berpendapatan terbanyak, tapi beberapa daerah juga mulai tertarik menggunakan jasanya di cabang olahraga (cabor) atletik.
Sosok Trianingsih memang tengah ramai dibicarakan berkat prestasinya di Laos. Layaknya artis yang tengah naik daun, tawaran mengajaknya bergabung ke provinsi selain Jawa Tengah (Jateng) tertentu terus mengalir kepada dirinya.
Bahkan, dia mendapatkan tawaran menggiurkan dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) senilai Rp1 miliar jika ingin berlabuh ke Negeri Wong Kito tersebut. Tawaran yang menggugah nurani siapa pun, termasuk Trianingsih jika ingin mendapatkan pendapatan luar biasa.
Meski demikian, Trianingsih bukan atlet yang mudah dibeli. Dia masih menyatakan kecintaannya kepada Jateng, terlebih Kota Salatiga dimana tempatnya mengenal dunia atletik.
"Saya belum ada kepikiran untuk pindah ke tempat lain dan masih ingin memperkuat Jateng," tegas Trianingsih, Sabtu (26/12/2009).
Menurutnya Jateng merupakan tempat yang tak mungkin dilupakannya. Dia terlanjut mencintai dan enggan hijrah ke provinsi lain meski mendapatkan bayaran sangat menggiurkan.
Pelatih Trianingsih Alwi Mugiyanto sependapat jika anak didiknya itu mendapatkan banyak tawaran. Tapi, dia belum mau memberikan respon terkait keinginan beberapa provinsi lain terhadap Trianingsih. "Sebenarnya peluang besar untuk mendulang rupiah, tapi sampai sekarang saya masih milik Jateng," tuturnya.
Sementara Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Jateng Husein Efendi tak rela jika atlet terbaiknya pindah jalur. Dia optimistis keduanya akan loyal terhadap Jateng.
Husein menilai keduanya masih berpegang teguh membela Jateng meski banyak pihak luar menginginkan mereka. Bahkan, tawaran terhadap Trianingsih seperti yang dilakukan Sumsel bukan pertama kalinya.
"Sudah banyak yang menginginkan mereka bergabung, apalagi melihat performa pasangan itu yang semakin klop. Buktinya, dengan performa luar biasa yang dilakukan Trianingsih di SEAG Laos," ungkapnya.
Husein pun berharap agar KONI Provinsi Jateng memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet terbaiknya. Tujuannya tak lain untuk menjalin hubungan baik antarkedua belah pihak sekaligus menangkis keinginan pihak luar yang ingin mengambil Trianingsih.
Selain itu, perhatian mendalam jangan hanya sekadar bonus. Tapi, lebih kepada tindakan persuasif yang membuat atlet itu lebih nyaman berada di Jateng karena merasa diperhatikan. Jika hal itu dilakukan, maka mustahil jika atlet itu akan pindah ke provinsi lain.
(Defanie Arianti)