TdI Tanpa Tes Doping

Edi Yulianto, Jurnalis
Jum'at 27 November 2009 21:46 WIB
Share :

PERSIAPAN maksimal sepertinya belum dilakukan panitia penyelenggara Speedy Tour d'Indonesia (TdI) 2009. Salah satunya melakukan hal penting seperti tes doping yang tak dijalani mereka sejak menggelar etape pertama di Jakarta, Minggu (22/11/2009).

Hingga menjelang etape keenam dari Yogyakarta menuju Madiun, Jawa Timur (Jatim), hari ini, panitia TdI memang belum juga melakukan tes doping bagi para juara etape sebelumnya. Padahal, event balap sepeda bertaraf internasional seperti TdI seharusnya sudah melakukan aktivitas tersebut.

Belum adanya tes doping itu tentunya mengundang pertanyaan besar. Bagaimana bisa panitia melupakan hal penting yang seharusnya menjadi bagian besar dalam perlombaan tersebut? Apakah panitia menghiraukan efek samping yang bisa ditimbulkan karena absen melakukan tes doping di perlombaan balap sepeda terakbar di Indonesia itu tahun ini?

Pertanyaan itu yang muncul di benak Fajar Widaryanto, Ketua Sekretariat Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) itu kecewa ketika panitia tak melakukan tes doping kepada para pemenang usai perlombaan. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan Undang Undang (UU) Olahraga No 3 Tahun 2005.

"Sudah seharusnya setiap event olahraga, apalagi event internasional seperti TdI melakukan tes doping kepada para pemenang usai lomba. Tapi, hal paling penting itu justru tak dianggap oleh panitia," kata Fajar yang kembali kecewa karena gagal mengambil sample urin pemenang di etape kelima, Kamis (26/11/2009).

Dia sanksi event balap sepeda tahun ini bersih dari doping, apalagi tim mancanegara begitu mendominasi kejuaraan sejak etape pertama. Dia khawatir kualitas pelaksanaan event ini akan menurun, bahkan takutnya akan ada kecemburuan dari tim lain jika tak diklarifikasi melalui tes doping secara sempurna.

"Pastinya kecemburuan itu dapat muncul sewaktu-waktu, tapi mau bagaimana lagi. Saya hanya menjalani tugas di sini. Yang jelas, panitia tahun ini tak melakukan pengambilan sample urine untuk dilakukan tes doping," tegasnya.

Direktur Perlombaan TdI Sofyan Ruzian mengaku pihaknya tak menggelar tes doping karena sudah sesuai instruksi dari Persatuan Sepeda Internasional (UCI). Izin dari otoritas tertinggi sepeda di dunia itu yang membuat pihaknya tak khawatir meski tanpa melakukan tes doping sekalipun.

"Kami sudah mengantongi izin dari UCI untuk tidak menggelar doping. Mungkin sedikit dilemma, tapi kami ingin hal itu tak lagi dipermasalahkan. Apalagi, kami sudah melakukan sosialisasi dengan seluruh tim peserta sebelumnya," kata Sofian.

(Muchamad Syuhada)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya