DUBAI - Bukan hanya Shahar Peer yang merasa diperlakukan tidak adil setelah visa nya ditolak pemerintah UEA. Merasa posisinya juga ikut rawan, petenis putra asal Israel Andy Ram pun menuntut badan tenis dunia segera bertindak.
Ram pantas frustrasi. Turnamen akan digulirkan pekan depan, sementara hingga kini visa belum berada di tangannya. Agaknya, Ram menolak kabar buruk seperti yang menimpa rekan senegaranya, Peer.
"Turnamen ini adalah salah satu event terbesar dunia dalam kalender, jadi mereka harus membuka jalan bagi petenis Israel bermain di sana," kata Ram seperti dilansir Setanta, Rabu (18/2/2009).
"ATP dan WTA harus bertanggung jawab," tambahnya.
Namun, peringkat 11 dunia nomor ganda putra ini tak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa menunggu. "Saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan," katanya.
"Situasi menjadi sulit akibat perang (konflik Gaza, red). Saya paham situasi yang dihadapi pemerintah UEA. Tapi mereka lah yang menggelar turnamen ini. Bagaimana mungkin mereka juga yang menolak kedatangan pemain. Ini salah," kilahnya.
"Menyedihkan saat melihat olahraga dicampuri unsur politis," cetus petenis 28 tahun itu.
(Devy Lubis)