Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Senam Butuh Sarana dan Prasarana Refresentatif

Panji Qadhafi , Jurnalis-Rabu, 09 Mei 2012 |17:27 WIB
Senam Butuh Sarana dan Prasarana Refresentatif
A
A
A

BANDUNG – KONI Jabar lebih memilih mengoptimalkan sarana dan prasarana untuk cabor senam terlebih dulu dibanding target raihan medali emas di PON XVIII 2012 Riau, yang akan menunjang prestasi cabor senam di PON 2016 yang akan di gelar di Jawa Barat.
 
Ketua KONI Jabar, Aziz Syarif menilai, kondisi cabor senam saat ini sedang berada di titik bawah. Namun menurutnya, kondisi seperti ini bukan hanya dialami senam tingkat Jabar,begitu juga di tingkat nasional prestasi senam sedang mengalami penurunan.
 
"Kondisi seperti ini bukan hanya di Jabar, di tingkat nasional pun cabor senam sedang berada di bawah. Buktinya pada SEA Games kemarin, dari 20 emas yang diperebutkan cabor senam, Indonesia hanya mendapat 1 emas. Padahal kita tuan rumah," ungkapnya.
 
Melihat keterpurukan senasm akhir-akhir ini, Aziz berharap bisa meningkatkan kembali prestasi senam di Jabar. Dan langkah awal yang kan dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana untuk penunjang latihan.
 
"Sekarang ini tempat untuk latihan Pelatda bisa dibilang tidak layak, karena tempat tersebut bekas gudang beras. Untuk kepengurusan baru, saya harap bisa mencarikan sarana agar latihan para atlet senam lebih baik," katanya.
 
Untuk sarana latihan yang digunakan Pengda Persani Jabar untuk proses latihan sementara waktu ini, kata Azis, rencananya akan menyewa di sekitar Lanud Sulaeman. Tapi dirinya berharap, ke depan Persani Jabar mempunyai tempat sendiri untuk latihan.
 
"Sambil menunggu tempat yang baru, bisa saja kita menyewa dulu. Tapi saya tetap berkeinginan cabor senam punya tempat sendiri yang layak digunakan latihan para atlet," tegasnya.
 
Dengan bergerak kembali dari nol, pihaknya akan kembali melakukan pembibitan atlet. Untuk dipersiapkan di PON 2016 mendatang dimana Jabar akan menjadi tuan rumah. Dengan begitu, pada PON tersebut, atlet lebih siap untuk membela Jabar. "Dalam PON tahun ini saya pikir berat untuk mendapatkan emas. Tapi PON selanjutnya kita harus siap. Kalau perlu kita datangkan pelatih dari Korsel," ujarnya.
 
Sementara itu, pelatih senam Pelatda Jabar, Dadang Sungkawa menuturkan, meski dalam PON Riau nanti belum bisa memastikan berapa target raihan emas, pihaknya berupaya menyumbangkan emas untuk Jabar.
 
Karenanya sejak sekarang, para atlet pelatda terus melakukan latihan di Gedung Persani Jabar."Sampai sekarang program yang diberikan kepada para atlet sudah dilaksanakan sekitar 80 persen. Sebelum PON diharapkan program latihan bisa mencapai 100 persen," ujarnya.
 
Menurut Dadang, program latihan yang sudah dilakukan para atlet sudah cukup maksimal, dari mulai tahapan teknik sampai fisik sudah dilakukan. Hanya saja para atlet tingal menyempurnakan sebagai pematangan persiapan menjelang PON ke 18 nanti. " Supaya stamina dan performa atlet tetap terjaga, latihan fisik terus kami lakukan," ujarnya.
 
Lebih lanjut Dadang menuturkan, untuk PON, atlet pelatda yang akan turun ada 11 orang, empat atlet putra dan tujuh atlet putri. Untuk raihan emas, pihaknya akan mengoptimalkan di kelas beregu putri dan perorangan putri.

(Hendra Mujiraharja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement