BRISTOL - Nasib sial dialami salah seorang pegawai ESPN. Setelah menghina pebasket muda Jeremy Lin dengan rasisme, manajemen ESPN memutuskan untuk memutus jalinan kerja sama dengan pegawainya tersebut.
Jumat kemarin, ESPN menjadikan Lin sebuah berita utama yang tidak pantas untuk ditulis. Dalam tulisannya, wartawan itu menggunakan kata yang seperti menghina orang China dan Asia. Kendati demikian, Lin mengaku sudah memaafkannya.
"Saya tidak merasa hal itu dilakukan secara sengaja atau tidak, tapi pada saat yang bersamaan ESPN sudah meminta maaf. Jadi, saya sudah tidak memperdulikannya lagi," ungkap Lin setelah membantu New York Knicks mengalahkan Mavericks 104-97
"Kita harus belajar untuk memaafkan dan saya rasa kata-kata itu keluar secara tidak sengaja. Atau saya berharap demikian," lanjut guard andalan Knicks itu, menanggapi pemberitaan mengenai dirinya, Senin (20/2/2012).
Lin adalah pebasket kelahiran Amerika keturunan Taiwan pertama yang berkarier di NBA. Dalam beberapa pekan terakhir, namanya mulai mencuat setelah membantu Knicks meraih tujuh kemenangan beruntun.
Sementara itu, ESPN langsung meminta maaf atas berita utama tersebut dan sadar salah satu peggawainya sudah dipecat. Bahkan, salah satu penulis ESPNNews yang menggunakan kata-kata sama juga sudah dihukum selama 30 hari.
(
hmr)