JAKARTA – Richard Jefferson bernama asli Richard Allen Jefferson dan biasa dipanggil dengan julukkan ‘RJ’. Ia lahir pada tanggal 21 Juni 1980 di Los Angeles, California. Masa kecilnya banyak dihabiskan dengan berpindah-pindah tempat. Maklum kedua orang tuanya adalah misionaris Kristen yang mengabdikan diri mereka untuk pelayanan gereja di tempat-tempat terpencil. Ia bahkan berkata, “Aku sempat tinggal di Afrika untuk beberapa saat sewaktu orang tuaku ditugaskan disana.” Sejak kecil RJ sudah menyukai basket. “Ketika aku masih kecil, aku sangat mengagumi Magic Johnson. Namun ketika aku mulai beranjak dewasa, Scottie Pippen dan Penny Hardaway adalah sumber inspirasiku. Aku sangat senang menyaksikan mereka bermain.”
Demi kepentingan studi, RJ akhirnya memilih untuk tinggal di Phoenix, Arizona. RJ dikenal sebagai ‘High Flying Dunker’ karena kebiasaannya menyelesaikan serangan dengan dunk. Richard dapat melakukan slam dunk untuk pertama kalinya saat ia masih berstatus freshman [atau siswa tahun pertama] di SMU Moon Valley. Semasa SMU, RJ juga sempat menjadi andalan sekolahnya dalam perlombaan atletik cabang lompat tinggi. Saat itu ia mampu melakukan lompatan setinggi 208 cm. Di tim basket SMUnya, RJ memilih menggunakan nomor punggung #44 [yang kemudian dipensiunkan oleh sekolahnya pada tanggal 3 April 2004]. Di tahun terakhirnya RJ terpilih dalam McDonald’s All American 1998.
Bersaing dengan Gilbert Arenas
RJ melanjutkan studinya ke University of Arizona dengan mendapatkan beasiswa basket. Dibawah asuhan pelatih Hall of Fame, Lute Olsen, RJ beradaptasi dan berkembang menjadi bintang bagi kampusnya di divisi satu NCAA dengan cepat. RJ kembali menggunakan kostum bernomor punggung #44 dan bermain di posisi small forward bersama dengan Gilbert Arenas [yang menjadi shooting guard andalan tim mereka-Arizona Wildcats]. Di turnamen NCAA tahun 2001, semua lawan mereka kalahkan sampai ke final. Pelatih Lute Olsen berhasil memaksimalkan kemampuan duo penyerang tangguh ini, “Gilbert aku tempatkan di daerah luar karena ia mempunyai tembakan jarak jauh yang bisa diandalkan. Kemampuannya membaca serangan sangat efektif. Sedangkan Richard dapat bermain dimana saja, baik di luar maupun dalam. Tembakannya perimeternya bagus dan ia mampu menyelesaikan alley-oop Gilbert.” Di final NCAA tahun itu, mereka akhirnya harus mengakui kehebatan Univertas Duke [yang saat itu diperkuat oleh Shane Battier, Jay Williams, Carlos Boozer, dan Mike Dunleavy]. “Masa-masa itu sangat indah, aku mempunyai sahabat setim yang luar biasa dan hubungan kami sangat erat. Kami masih saling berhubungan hingga saat ini…,” ujar RJ. RJ menyelesaikan tiga tahun di Arizona dengan catatan rata-rata 11.2 angka, 5 rebound, dan 2.8 assist per gamenya.
RJ juga adalah seorang pria yang ingat balas budi. Pada bulan Agustus 2007, RJ menyumbangkan uang dari kantong pribadinya sebesar $ 3.5 juta untuk merenovasi fasilitas gedung latihan olahraga basket dan voli dari almamaternya-Universitas Arizona. Sumbangan tersebut tercatat sebagai sumbangan terbesar bagi seorang mantan pemain Arizona untuk almamaternya.
Awal Bersinarnya Karir RJ di New Jersey Nets
RJ duduk di ruang hijau dan saling bertatapan dengan teman seperjuangannya, Gilbert Arenas di NBA Draft 2001 [bertempat di New York]. “Mereka berdua selalu bersaing. Tapi mereka berdua selalu bersaing secara sehat. Itu yang membuat kemampuan mereka selalu meningkat,” kata Lute Olsen yang memuji kedua anak didiknya tersebut. RJ ternyata lebih beruntung dibandingkan Gilbert di draft. Nama Richard Jefferson disebutkan pada urutan nomor 13 di ronde pertama [RJ dipilih oleh Houston Rockets] Sedangkan Gilbert? Tidak ada satu klub pun yang memilihnya pada putaran pertama. Gilbert malah tercecer di urutan ke 31 [putaran kedua] oleh Golden State Warriors.
Neilson Gautama
NBA Presenter
Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama
Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527
(Hendra Mujiraharja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.