JAKARTA - Kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games 2026 sudah tiba di Bandara Internasional Chubu Centrair, Nagoya, Jepang, kemarin. Sebanyak 103 atlet dari 12 cabang olahraga (cabor) siap mengejar target tujuh medali emas dan menembus 10 besar pada ajang tersebut.
Berdasarkan jadwal yang diterima kontingen Indonesia, dua cabor akan dipertandingkan sebelum upacara pembukaan, yakni para bulu tangkis dan para tenis meja.
Kedua cabor tersebut akan memulai babak kualifikasi pada Jumat (16/10/2026). Sementara pembukaan Asian Para Games 2026 digelar Minggu (18/10/2026)
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menjelaskan fokus utama para atlet adalah adaptasi lingkungan saat tiba di Nagoya. Pasalnya, mereka masih memiliki waktu cukup mengenal lingkungan sebelum memulai pertandingan pada 15 Oktober.
"Sampai di Nagoya, itu kesempatan bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan tempat karena pertandingan bukan hari ini. Tapi mungkin baru mulai nanti di tanggal 16," ujar Reda dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
"CDM sudah survei duluan beberapa bulan yang lalu untuk memastikan tempat-tempat yang menjadi posko kita, menjadi sentral headquarter kita, dan juga kita menandai hotel-hotel yang akan menjadi tempat istirahatnya para atlet, sehingga antara tempatnya para tim pendukung atau CDM dengan para atlet tidak berjauhan," katanya.
Sementara itu, koordinator tim pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengatakan pasangan Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani menjadi andalan untuk menguasai nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5, Jumat (1610/2026). Dia juga optimistis sumbangan medali akan muncul dari nomor-nomor lain.
"Artinya dari seluruh nomor ini kami punya chance untuk masuk ke quarter final, kemudian nanti ada semifinal dan Insya Allah kami tetap dari berbagai nomor ini kami ke babak final," ujar Jarot.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.