Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menakar Peluang Bulu Tangkis Indonesia Tebus Kegagalan di Asian Games 2026

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |19:26 WIB
Menakar Peluang Bulu Tangkis Indonesia Tebus Kegagalan di Asian Games 2026
Akankah Tim Bulu Tangkis Indonesia menebus kegagalan di Asian Games 2026? (Foto: PBSI)
A
A
A

TIM bulu tangkis Indonesia pulang tanpa medali dari Asian Games 2022. Pencapaian buruk itu tidak mau terulang lagi oleh PBSI pada Asian Games 2026 sehingga persiapan matang dilakukan.

Federasi harus menanggung malu karena di Asian Games 2022, Tim Bulu Tangkis Indonesia gagal membawa pulang satu pun medali. Sejak dipertandingkan pada Asian Games 1960, satu keping medali selalu bisa diraih pebulu tangkis – pebulu tangkis Tanah Air.

1. Coreng Wajah PBSI

Ilustrasi bulu tangkis Shutterstock

Memang, pada Asian Games 1986 dan 1990, Indonesia sama sekali tidak meraih medali emas. Tapi, masih ada perunggu yang diraih di kedua edisi itu.

Rinciannya, tim bulu tangkis putra dan putri menyumbang perunggu di Asian Games 1986. Kemudian, Liem Swie King/Bobby Ertanto dan Rosiana Tendean/Imelda Wiguna, ikut memberi sumbangsih.

Pada 1990, perunggu kembali diraih tim bulu tangkis putra di nomor beregu. Alan Budikusuma (tunggal putra), Susy Susanti (tunggal putri), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (ganda putra), Verawaty Fajrin/Lili Tampi (ganda putri), dan Rudy Gunawan/Rosiana Tendean (ganda campuran), juga merebut posisi tiga.

Jadi, kegagalan di Asian Games 2022 benar-benar mencoreng wajah PBSI. Betapa tidak, sebagai cabang olahraga (cabor) andalan untuk mendulang medali di ajang olahraga multievent, mereka malah pulang dengan tangan hampa.

Belajar dari catatan buruk itu, PBSI mencoba meningkatkan persiapan tim jelang Asian Games 2026. Sejumlah pemain, terutama yang berasal dari Pelatnas Cipayung, ditarik mundur dari China Masters 2026 Super 750 yang digelar 1-6 September.

Penarikan tersebut memunculkan kontroversi. Beragam pandangan dikemukakan walau pada akhirnya, PBSI memastikan itu semua demi kepentingan negara di Asian Games.

2. Kekuatan Tim Bulu Tangkis Indonesia

Benar saja, beberapa pemain yang ditarik itu, namanya masuk dalam skuad untuk Asian Games 2026. Total ada 10 putra dan putri yang dipanggil untuk ajang multievent paling bergengsi di Benua Kuning tersebut.

Di tim putra, PBSI memanggil Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi.

Di tim putra, PBSI menyertakan Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Nita Violina Marwah.

 

3. Target dan Proyeksi Emas

Ganda putra Indonesia Fajar Fikri juara Japan Open 2026 (Dok PBSI)

Kontingen Indonesia ditargetkan untuk meraih empat medali emas di Asian Games 2026. Sejauh ini, belum ada target yang dibebankan kepada bulu tangkis tapi PBSI memproyeksikan 1-2 medali emas.

Lalu, dari nomor atau sektor mana saja yang potensial menyumbang emas? Dari nama-nama yang dibawa, tim bulu tangkis putra, tunggal putra, dan ganda putra paling berpeluang meraih kepingan mulia tersebut.

Di tim putra, masih ada Jonatan dan Fajar yang pernah menyabet medali perak di Asian Games 2018. Walau akan menghadapi lawan-lawan berat, pengalaman keduanya turun di berbagai ajang, termasuk Asian Games, sangat membantu pemain lain untuk melewati tekanan.

Kemudian, di tunggal putra, Indonesia menurunkan Jonatan serta Alwi Farhan. Seperti diketahui, Jojo saat ini berstatus tunggal putra nomor 1 dunia dan pernah merebut medali emas di Asian Games 2018. Karena itu, sektor ini bisa saja jadi andalan. Alwi bisa jadi kuda hitam dan memberikan kejutan.

Di ganda putra, pasangan Fajar/Fikri dan Leo/Daniel, diprediksi bisa melaju sejauh mungkin. Fajar/Fikri belum lama ini menyabet dua gelar juara yakni Japan Open dan China Open 2026. Sementara, Leo/Daniel yang kembali berpasangan, bisa jadi juara di Thailand Open 2026.

Bisa dibilang, kedua pasangan itu adalah yang terkuat di Indonesia. Kendati juga bakal menghadapi lawan-lawan berat, Fajar/Fikri serta Leo/Daniel punya potensi besar untuk menyumbangkan medali emas di Asian Games 2026.

Pertaruhan PBSI akan menemukan jawabannya di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, 20-29 September 2026. Jangan sampai, segala pengorbanan dan persiapan yang sudah matang, kembali harus terbuang sia-sia.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement