“Itulah kekuatan mereka. Mereka mendekati maksimum di segala bidang: dalam hal penggunaan ban, dari sisi elektronik, dari sisi aerodinamis, dari sisi sasis, semuanya mendekati maksimum,” imbuh pria berpaspor Italia.

Sisi teknik Ducati memang patut diacungi jempol. Hal tersebut tidak terlepas dari keputusan mereka membajak Gigi Dall’Igna dari Aprilia Racing pada 2013.
Pria berambut putih itu dikenal sebagai teknisi jempolan dan pandai mengeksplorasi sisi aerodinamika motor. Berkat tangan dingin Dall’Igna, Desmosedici GP berubah dari motor yang sulit menikung, menjadi kuda besi dengan tenaga besar tapi lincah!
Itulah alasan kenapa Ducati begitu mendominasi MotoGP. Patut dinanti apakah pabrikan lain mampu mengejar ketertinggalan atau tidak.
(Wikanto Arungbudoyo)