Share

10 Pemain Badminton Indonesia yang Sukses di BWF World Championship, Nomor 1 Juara Dunia Tertua

Krisna Octavianus, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 40 2652816 10-pemain-badminton-indonesia-yang-sukses-di-bwf-world-championship-nomor-1-juara-dunia-tertua-DGsAu3hCN5.jpg Tjun Tjun/Johan Wahjudi adalah orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar BWF World Championship pada 1977. (Foto: ist)

SEBANYAK 10 pemain badminton Indonesia yang sukses di BWF World Championship akan dibahas dalam artikel ini. Indonesia memang salah satu negara yang kerap panen medali emas di ajang bergengsi ini.

Tahun ini sedang berlangsung BWF World Championship di Tokyo, Jepang. Semua pebulu tangkis hebat berjuang untuk mendapatkan gelar terbaik di dunia.

Jika bicara prestasi pebulu tangkis Indonesia, banyak yang berhasil memenanginya. Bahkan, ada yang bisa memenangi lebih dari satu kali. Lantas, siapa saja pebulu tangkis Indonesia yang sukses di BWF World Championship 2022? Berikut daftarnya:

10. Christian Hadinata

Christian Hadinata

Christian Hadinata adalah legenda bulu tangkis Indonesia. Ia adalah pelatih legendaris untuk sektor ganda putra.

Christian Hadinata sukses meraih dua gelar juara dunia, masing-masing ganda campuran dan ganda putra pada 1980. Ia meraih gelar ganda putra bersama Ade Chandra dan di sektor ganda campuran bersama Imelda Wiguna.

9. Nova Widianto

Nova Widianto

Pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI ini meraih gelar dua juara dunia ganda campuran semasa bermain. Pasangannya adalah Liliyana Natsir.

Nova Widianto/Liliyana Natsir berhasil meraih gelar juara dunia pada 2005 dan 2007.

8. Ricky Soebagja

Ricky Soebagja

Pemain yang terkenal di era 1990-an ini meraih dua gelar BWF World Championship sektor ganda putra. Menariknya, ia meraih gelar juara dunia dengan berbeda pasangan.

Pada 1993, Ricky Soebagja berpasangan Rudy Gunawan. Pada 1995, ia meraihnya bersama Rexy Mainaky.

7. Mohammad Ahsan

Mohammad Ahsan

Mohammad Ahsan adalah peraih tiga gelar juara dunia di sektor ganda putra. Ia meraihnya bersama Hendra Setiawan.

Mohammad Ahsan meraihnya pada 2008, 2015, dan 2019. Mereka adalah peraih gelar juara dunia terakhir dari Indonesia. Karena pada 2021, Indonesia tidak mengirimkan wakil.

6. Tjun Tjun/Johan Wahjudi

Tjun Tujun/Johan Wahjudi

Meski hanya meraih satu gelar juara dunia, rasanya tidak pas memasukkan nama keduanya. Ia adalah juara dunia pertama dari Indonesia semenjak BWF World Championship diselenggarakan pada 1977.

Tjun Tjun/Johan Wahjudi meraih gelar juara dunia setelah kalahkan rekan senegaranya, Christian Hadinata/Ade Chandra dengan skor 15-6, 15-4.

5. Verawaty Fajrin

Verawaty Fajrin

Sama seperti Tjun Tjun/Johan Wahjudi, ia adalah peraih gelar juara dunia tunggal putri pertama dari Indonesia. Di final, ia mengalahkan kompatriotnya, Ivana Lie dengan skor 11-1 dan 11-3.

4. Susy Susanti

Susy Susanti

Setelah medali emas Olimpiade 1992, Susy Susanti meraih gelar juara dunianya pada 1993. Kala itu BWF World Championship diselenggarakan di Birmingham, Inggris.

Susy Susanti mengalahkan musuh bebuyutannya saat itu, Bang Soo-hyun dengan Korea Selatan dengan skor 7-11, 11-9, dan 11-3.

3. Rudy Hartono

Rudy Hartono

Rudy Hartono adalah tunggal putra Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia. Itu diraih pada 1980.

Kala itu, Rudy Hartono meraih gelar juara dunia mengalahkan rekan senegara, Liem Swie King dengan skor 15-9 dan 15-9.

2. Liliyana Natsir

Liliyana Natsir

Ia adalah salah satu pebulu tangkis dengan gelar juara dunia terbanyak. Ia berhasil menang sebanyak empat kali dengan pasangan berbeda.

Dengan Nova Widianto juara dunia pada 2005 dan 2007. Sementara itu, dengan Tontowi Ahmad pada 2013 dan 2017.

1. Hendra Setiawan

Hendra Setiawan

Sama seperti Liliyana Natsir, Hendra Setiawan juga mengoleksi empat gelar juara dunia dengan pasangan yang berbeda. Pebulu tangkis yang kerap dipanggil "dewa" ini peraih gelar juara dunia tertua sampai saat ini dengan usia 35 tahun pada 2019.

Pada 2007 berhasil meraihnya bersama Markis Kido. Sementara itu, tiga gelar lainnya diraih pada 2008, 2015, dan 2019 bersama Mohammad Ahsan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini