Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Anthony Ginting Sempat Kalah Telak di Game Pertama dari Tunggal Jepang di 32 Besar Malaysia Masters 2022

Fitradian Dimas Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |03:06 WIB
Penyebab Anthony Ginting Sempat Kalah Telak di Game Pertama dari Tunggal Jepang di 32 Besar Malaysia Masters 2022
Anthony Sinisuka Ginting menang di Malaysia Masters 2022. (Foto: PBSI)
A
A
A

KUALA LUMPUR – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus melalui duel sengit untuk lolos ke babak 16 besar Malaysia Masters 2022. Dia bahkan sempat kalah di game pertama dari wakil Jepang, Kenta Nishimoto, kala berhadapan di babak 32 besar.

Beruntung, Anthony berhasil bangkit di dua game berikutnya. Dia pun menyelesaikan laga babak 32 besar Malaysia Masters 2022 dengan skor 8-21, 21-14, dan 22-20.

Anthony Sinisuka Ginting

BACA JUGA: Hasil Wakil Indonesia di Hari Kedua Malaysia Masters 2022: 9 Wakil Merah Putih Berjaya Raih Kemenangan

Bermain di Axiata Arena, Rabu 6 Juli 2022, Anthony Ginting harus menjalani laga panjang 66 menit. Walau sempat kalah jauh pada game pertama, dia berhasil bangkit di dua game selanjutnya.

BACA JUGA: Fokus ke Malaysia Masters 2022 Usai Juara Malaysia Open 2022, Apriyani Rahayu/Siti Fadia: Mulai dari Nol Lagi!

Setelah berhasil lolos, Anthony pun bersyukur dapat mengakhiri laga dengan kemenangan. Apalagi, dia dapat menyudahi pertandingan, tanpa mengalami cedera yang menghambat.

“Pertama-tama mengucap syukur, Puji Tuhan bisa bermain dengan baik dan menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Kondisinya tidak berbeda jauh dengan minggu lalu. Jadi tadi bagaimana mengadu strategi di lapangan,” kata Anthony, sebagaimana dilansir dari rilis resmi PBSI.

Anthony pun mengakui jika kondisi pada game pertama kurang bagus. Hal itu dikarenakan kondisi lapangan yang belum maksimal. Beruntung, setelah itu dia dapat mengendalikan game kedua.

Anthony Sinisuka Ginting

“Di game pertama memang kondisi lapangan kurang baik. Jadi lawan lebih mengontrol permainan. Di game kedua sebaliknya saya yang bisa mengontrol pertandingan,” ujarnya

“Di game ketiga strateginya adalah bagaimana sebelum interval poin saya tidak terlalu jauh dari dia bilapun tertinggal. Di perjalanan gim ketiga itu sampai poin 20-16, saya memang lebih banyak menunggu dulu, tidak agresif melakukan serangan. Saya coba membuat dia lari ke depan, belakang, kiri dan kanan. Saat lawan salah membuang bola, baru saya menyerang,” pungkasnya.

(Djanti Virantika)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement