Share

Banyak Pembalap Tampil Gacor, Jorge Lorenzo Belum Bisa Prediksi Juara MotoGP 2022

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 38 2621389 banyak-pembalap-tampil-gacor-jorge-lorenzo-belum-bisa-prediksi-juara-motogp-2022-Ne5hgBHcts.jpg Jorge Lorenzo komentari persaingan juara MotoGP 2022. (Foto: MotoGP)

PALMA – Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, mengomentari persaingan perebutan gelar juara MotoGP 2022. Dia pun mengaku belum bisa memberi prediksi karena banyak pembalap tampil gacor pada musim ini.

Lorenzo mengambil contoh tiga pembalap dari dua tim pabrikan. Mereka adalah Enea Bastianini dan Francesco Bagnaia dari Ducati, serta Fabio Quartararo dari Monster Yamaha Energy.

Fabio Quartararo

Dua pabrikan tersebut memang sedang bersaing di klasemen konstruktor maupun klasemen pembalap. Saat ini, Quartararo sedang merajai klasemen sementara dengan koleksi 172 poin. Kemudian, Bastianini dan Bagnaia tengah berada di urutan empat dan lima pada papan klasemen.

BACA JUGA: Curhat Marc Marquez soal Pemulihan Pascaoperasi: Masih Perlu Tunggu Hasil X-Ray untuk Tentukan Prosesnya

BACA JUGA: Rekan Setim untuk MotoGP 2023 Masih Belum Jelas, Francesco Bagnaia: Siapa Saja Tak Masalah!

Lorenzo mengakui bahwa Ducati memiliki motor yang kencang jika dibanding motor dari tim pabrikan lainnya. Namun, eks pembalap Monster Yamaha Energy itu menilai bahwa pembalap mereka tidak tampil konsisten karena tekanan mental.

Menurutnya, Bastianini dan Bagnaia masih terlalu sering melakukan kesalahan. Lorenzo juga memberi penilaian yang sama untuk Quartararo. Jadi, dia mengungkapkan bahwa peluang masing-masing pembalap untuk raih gelar juara dunia musim ini masih terbuka.

“Bastianini memulai dengan sangat baik. Namun dia mulai turun, melambat, dan itu menunjukkan bahwa MotoGP masih merupakan olahraga yang sangat mental. Sama seperti Bagnaia," kata Lorenzo, dilansir dari Motosan, Kamis (30/6/2022).

Francesco Bagnaia

"Bagi saya, Ducati adalah motor yang sedikit lebih unggul dari yang lain, tetapi pembalap mereka membuat terlalu banyak kesalahan karena tekanan yang berlebihan. Sulit untuk memenangkan Piala Dunia dengan begitu banyak poin nol" lanjutnya.

"Quartarao pun begitu, dia membuat begitu banyak kesalahan. Jadi semuanya masih terbuka," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini