Share

PBSI Evaluasi Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia Usai Gagal Raih Medali Emas di SEA Games 2021

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 40 2595848 pbsi-evaluasi-tim-bulu-tangkis-beregu-putra-indonesia-usai-gagal-raih-medali-emas-di-sea-games-2021-NOwGIfnQ3G.jpeg PBSI evaluasi tim beregu putra Indonesia di SEA Games 2021 (Foto: PBSI)

FEDERASI bulu tangkis Indonesia (PBSI) memberikan evaluasi kepada tim bulu tangkis beregu putra Indonesia usai gagal meraih medali emas di SEA Games 2021. Adapun sejumlah catatan tersebut dilontarkan langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky.

Seperti diketahui, tim beregu putra Indonesia gagal melaju ke partai final bulu tangkis SEA Games 2021. Mereka tersingkir di babak semifinal pada Selasa 17 Mei 2022 karena kalah 2-3 dari Thailand.

Chrsitian Adinata

Pada laga itu, tiga tunggal putra Indonesia yakni Chico Aura Dwi Wardoyo, Christian Adinata dan Bobby Setiabudi. Sayang ketiganya gagal menyumbang angka di partai ini.

Sementara di sektor ganda, diperkuat oleh Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Mereka meraih kemenangan, namun tak luput dari evaluasi.

"Untuk ganda putra sudah oke. Hanya sedikit saja evaluasinya yaitu tidak boleh terlalu rileks kalau sudah unggul. Ini bahaya kalau sampai tersusul jadi harus fokus dari awal sampai akhir," ucap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Rionny Mainaky dari rilis PBSI.

"Untuk tunggal putra, saya melihat tekanannya terlalu berat jadi mainnya tidak bisa maksimal. Serba ragu-ragu mau main apa, terlihat sekali di Chico dan Christian," lanjut Rionny.

Adik dari Richard Mainaky ini secara khusus mengevaluasi penampilan Bobby yang turun di laga penentu. Ia mengatakan bahwa pemain muda ini masih belum bisa mengatasi ketakutan dan ketegangan selama berlaga.

Pramudya/Yeremia

"Untuk Bobby, tadi start sudah bagus tapi ketika lawan naik sedikit, tekanan berbalik. Nah itu rasa takutnya tidak hilang-hilang hingga akhir, jadi dia tidak bisa keluar dari tekanan," lanjutnya.

Kemudian, Rionny Mainaky mengharapkan para pemain untuk bisa menjadi psikolog bagi dirinya sendiri selama di lapangan. Itu sangat berpengaruh untuk menjaga fokus dan mental untuk mencegah tekanan dari luar yang terlalu berdampak bagi permainan.

Di lain hal, perjuangan tim bulu tangkis putra Indonesia di SEA Games 2021 masih terus berlanjut. Tim Merah-Putih akan turun di nomor perorangan mulai 19-22 Mei 2022. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini