KONFLIK internal anatar Francesco Bagnaia dan Ducati sudah mulai mereda. Pembalap asal Italia itu sempat kesal lantaran karakter motornya yang berubah di MotoGP 2022.
Pembalap Ducati Lenovo itu diketahui mengkritik Ducati, karena memperlakukan dirinya seperti pembalap penguji. Seperti diketahui, Bagnaia memang meraih hasil kurang baik di MotoGP Qatar 2022.

Pembalap 25 tahun itu tidak bisa menyelesaikan balapan lantaran terjatuh di lap ke-12. Melihat hasil balapan di Sirkuit Losail, Qatar, Bagnaia sangat kecewa dengan Ducati. Pasalnya, ia beranggapan timnya seperti sedang mengujinya dalam balapan resmi setelah mengetahui karakter motornya berubah.
“Dan untuk bekerja di trek, karena dari hari pertama pengujian hingga FP3, kami tidak pernah bekerja untuk menyesuaikan gaya berkendara saya dengan trek atau motor. Jadi, ini berarti Anda tidak akan pernah siap untuk balapan, dan inilah situasinya,” ucap Bagnaia dilansir dari Speedcafe, Jumat (18/3/2022).
“Dulu, tidak seperti ini. Anda memiliki tim satelit yang bekerja lebih banyak dalam hal ini. Tapi oke, bagaimanapun saya bukan (pembalap) penguji, saya di sini untuk menang, dan saya (perlu) berkonsentrasi untuk mengendarai dengan cara terbaik,” sambungnya.
Namun, saat ini Bagnaia sudah mulai mendingin. Dalam sebuah wawancara menjelang MotoGP Mandalika 2022, runner up MotoGP 2021 itu mengatakan Ducati sudah berdamai dengannya soal hal tersebut. Ia pun fokus mengejar juara di MotoGP Mandalika 2022, supaya bisa bersaing kembali di papan atas.