Lagu Indonesia Raya Dipotong di Kualifikasi Piala Dunia Basket 2023, Perbasi Protes Keras

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 36 2508599 lagu-indonesia-raya-dipotong-di-kualifikasi-piala-dunia-basket-2023-perbasi-protes-keras-q159gLkoGt.jpg Timnas Basket Indonesia kalah 38-96 dari Lebanon. (Foto/FIBA)

BEIRUT – Lagu Indonesia Raya dipotong saat Tim Nasional (Timnas) Basket Indonesia berlaga di Kualifikasi Piala Dunia Basket 2023. Menyikapi momen yang tak pantas itu, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) melakukan protes keras.

Peristiwa terjadi saat Timnas basket Indonesia menghadapi Lebanon. Pertandingan berlangsung di Zouk Mikael Arena, Lebanon, Sabtu (27/11/2021).

Sebelum pertandingan, lagu Indonesia Raya diputar. Namun, lagu tidak diputar hingga tuntas. Lagu hanya terdengar hingga lirik "marilah kita berseru, Indonesia bersatu". Setelah itu lagu berhenti dan tidak dilanjutkan.

Foto/FIBA

Hal ini pun diungkapkan Manajer Timnas Elite Indonesia Maulana Fareza Tamrella yang mengakui, sempat kebingungan di lapangan saat lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ tidak diputar secara utuh. Padahal hal tersebut sudah dibahas dalam pertemuan sebelum pertandingan yang berakhir 38-96 untuk kekalahan Indonesia ini.

Baca juga: Kualifikasi Piala Dunia Basket 2023: Pelatih Indonesia Alami Pertandingan Terburuk Usai Dihancurkan Lebanon

"Mungkin bagi mereka hal seperti ini biasa tapi bagi kami, ini adalah persoalan sensitif. Ini menyangkut harga diri sebagai bangsa. Secara lisan, kami sudah protes saat itu juga dan kami berharap hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya," tukas Maulana Fareza Tamrella dari rilis yang diterima MPI, Minggu (28/11/2021)

Perbasi juga mengambil sikap. Federasi mengajukan surat protes kepada Lebanon pada hari itu juga. Perbasi berharap agar pihak Lebanon meminta maaf atas kelalaian ini agar ke depan tidak terjadi hal serupa.

"Kami kecewa kepada Lebanon. Saat memutar lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dipotong. Tidak diputar sampai selesai. Kami protes keras dengan kejadian ini," ungkap Sekretaris Jenderal PP Perbasi Nirmala Dewi.

Nirmala mengkhawatirkan kejadian ini dapat menurunkan semangat para pemain dalam mengarungi sisa laga di kualifikasi Piala Dunia Basket 2023. Belum lagi kedua tim masih saling bertemu dalam lanjutan window pertama ini.

Foto/Perbasi

Pertemuan itu terjadi pada 29 November 2021 mendatang yang mana masih digelar di Lebanon. Pertandingan ini merupakan home bagi Indonesia namun tetap dilaksanakan di Lebanon karena pertimbangan protokol kesehatan Covid 19. 

"Kami berharap para pemain tidak kehilangan kepercayaan diri dan berjuang lebih keras lagi melawan Lebanon saat kita menjadi tuan rumah. Poin sangat penting bagi Indonesia dalam perjuangan tampil di FIBA World Cup 2023 nanti," tukas Sekjend perempuan pertama di PP Perbasi ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini