Priyano bersyukur di usianya yang sudah menginjak 39 tahun masih bisa berprestasi. Dia juga masih bisa mempertahankan rekornya sendiri.
"Bagi saya, (tiga cabang para-atletik) itu sudah menjadi jalan hidup. Jadi, saya benar-benar tekuni. Sudah sejak dulu, saya menggeluti nomor itu. Sejak saya di atletik memang nomor spesialis saya geluti dan tekuni. Jadi prioritas saya," ujarnya.
Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.
Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6-13 November 2021.
Para atlet berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.
(Djanti Virantika)