Dituduh Tak Gerap Cepat Selesaikan Sanksi Badan Anti-Doping Dunia, Ini Penjelasan Menpora Zainudin Amali

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 43 2488089 dituduh-tak-gerap-cepat-selesaikan-sanksi-badan-anti-doping-dunia-ini-penjelasan-menpora-zainudin-amali-qcfifKRz38.jpg Menpora Zainudin Amali. (Foto: Kemenpora)

JAKARTA – Buntut tak berkibarnya bendera Merah Putih saat Indonesia juarai Piala Thomas 2020 membuat banyak pihak kecewa dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pasalnya Kemenpora dianggap tak bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan dengan pihak Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, dinilai meremehkan masalah sanksi yang dilayangkan WADA kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Akan tetapi, Zainudin menepis tudingan tersebut dan membeberkan masalah yang menjadi penyebab utama.

Seperti diketahui, Pada 15 September lalu WADA mengirim surat pada LADI terkait ketidakpatuhan program uji doping.Indonesia tidak bisa memenuhi test doping plan (TDP) tahun 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun 2021.

Baca JugaL Ada Dukungan Denmark saat Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Bagaimana Awal Mula Hubungan Hangat 2 Tim Ini?

Bendera PBSI berkibar di podium Piala Thomas 2020

Sejumlah negara dikirimi surat dan punya waktu 21 hari untuk memberikan klarifikasi. Indonesia tidak memberikan klarifikasi, seperti halnya Thailand dan Korea Utara. WADA lalu melayangkan surat sanksi pada 7 Oktober lalu.

Alhasil, buntut dari sanksi tersebut menyebabkan bendera Merah Putih tidak dapat berkibar dan harus diganti dengan bendera logo PBSI di Piala Thomas 2020. Tentu hal itu sangat disayangkan, pasalnya Indonesia sukses merebut kembali trofi Piala Thomas setelah 19 tahun lamanya.

Atas kejadian tersebut, Amali dianggap meremehkan masalah WADA kepada LADI. Sebab dirinya beberapa waktu lalu mengatakan masalah tersebut sudah selesai, namun nyatanya bendera Indonesia tidak bisa berkibar di ajang olahraga Internasional. Beliau pun menepis tudingan tersebut dan membeberkan masalah utama yang baru ditemukan.

“Kenapa saya menyampaikan beberapa saat yang lalu mengatakan bahwa sebenarnya ini bisa diatasi, karena LADI sudah menyampaikan klarifikasi kepada WADA dan bahkan kepada WADA Asia Pasifik,” kata Amali dalam konferensi pers virtual, Senin (18/10/2021).

“Tetapi apa yang baru didapat dari rapat tadi ada hal-hal yang menjadi pending meters, yaitu terjadi pada kepengurusan LADI yang lama dan itu cukup banyak. Transisinya kepada kepengurusan yang sekarang itu tidak cepat,” ungkapnya.

Tim Bulu Tangkis Indonesia. (Foto: Badminton Photo)

“Sehingga saya waktu itu menyampaikan bahwa ini sudah clear maka tentu tidak masalah. Tetapi masa clearnya ini ternyata belum, karena apa yang diminta oleh WADA bukan urusan yang sekarang saja melainkan urusan-urusan yang sebelumnya,” tambahnya.

Menpora Zainudin Amali sendiri sudah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas tak bisanya bendera Merah Putih berkibar di Ceres Arena, Denmark saat Jonatan Christie dkk memenangkan Piala Thomas 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini