JAKARTA – Babak baru perjuangan tim bulu tangkis Indonesia di ajang Piala Thomas dan Uber 2020 sudah dimulai. Banyak harapan tertumpu pada tim Merah Putih untuk bisa mengulang sejarah dengan menjuarai kejuaraan bulu tangkis paling bergengsi sejagad tersebut. Mampukah mereka memboyong Piala Thomas dan Uber ke Tanah Air? Pantau terus beritanya di News RCTI+.
Setelah gagal menembus babak semifinal di Piala Sudirman, kini para pendekar bulu tangkis Indonesia mengalihkan fokus untuk bisa berbuat lebih banyak di Piala Thomas dan Piala Uber 2020.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, akibat pandemi, kejuaran dunia beregu bulu tangkis, baik putra (Piala Thomas), putri (Piala Uber), maupun campuran (Piala Sudirman), diselenggarakan dalam tahun yang sama. Untuk kejuaaran Thomas dan Uber Cup 2020, diselenggarakan pada 9-17 Oktober 2021 di Denmark.
PBSI sebagai induk organisasi bulu tangkis Indonesia menargetkan, Indonesia bisa merebut kembali Piala Thomas dan Uber. Sebagai catatan, Indonesia terakhir kali merebut Piala Thomas pada 2002. Sedangkan untuk Piala Uber, para srikandi bulu tangkis Indonesia terakhir kali menjadi juara pada 1996.
Harus diakui, melihat kekuatan tim yang ada saat ini, peluang terbesar Indonesia merebut Piala Thomas lebih besar dari pada Piala Uber. Di Piala Thomas, meski punya peluang yang besar, namun untuk menjadi juara dunia bulu tangkis beregu putra bukan pekerjaan gampang. Di fase grup saja, Indonesia sudah harus bersaing dengan lawan-lawan yang berat.
BACA JUGA: Jadwal Piala Thomas dan Uber 2020 Hari Ini: Jepang vs Indonesia, Laga Panas Penentu Juara Grup
Untuk Piala Thomas, Indonesia tergabung di Grup A bersama China Taipei, Aljazair, dan Thailand. China Taipei dan Thailand akan jadi lawan berat Indonesia untuk bisa lolos dari fase group ini.
Secara tradisi, Indonesia memiliki kekuatan mumpuni di sektor ganda. Mereka adalah Kevin Sanjaya /Marcus Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Ditambah lagi pasangan ganda lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian.
Sayang, dalam beberapa kajuaran terakhir, khususnya Olimpiade Tokyo, sektor ganda putra menurun prestasinya. Sorotan tajam tertuju pada pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, yang bermain kurang gereget saat di kejuaran Piala Sudirman.
Itu sebabnya, untuk menghadapi Piala Thomas kali ini, ada kemungkinan pasangan terkuat di dunia ini akan dipecah. Marcus Gideon bisa saja dipasangkan dengan Fajar Rian, sementara Kevin Sanjaya berpeluang berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto.
Setelah lolos dari fase grup, lawan-lawan berat sudah akan menanti di babak perempatfinal. Ada Korea Selatan, Malaysia dan juga India, yang berpeluang menjadi lawan Indonesia dengan catatan Indonesia lolos sebagai juara grup. Jika lolos sebagai runner-up, diprediksi lawan Tim Merah Putih akan lebih berat lagi seperti China, Jepang, atau tuan rumah Denmark.
Adapun pada Piala Uber, kekuatan Tim Putri Indonesia bertumpu pada pasangan peraih medali emas Olimpiade, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Di fase grup Piala Uber, Indonesia masuk ke Grup A bersama juara bertahan Jepang, Jerman, dan Prancis.
Lawan terberat Indonesia di fase grup memang Jepang, namun mereka tidak menurunkan tim terkuatnya. Beberapa pemain andalan Jepang yang dipastikan absen, yakni Nozomi Okuhara, Sayaka Hirota, Wakana Nagahara, dan Chiharu Shida. Ini sebenarnya jadi peluang Indonesia untuk bisa mengatasi Tim Putri Negeri Sakura.
Jika lolos fase grup, Indonesia kemungkinan akan menghadapi India, Taiwan, atau Denmark. Banyak pengamat memperkirakan di atas kertas, Tim Uber Indonesia hanya akan bertahan hingga babak perempatfinal saja. Namun sekali lagi, pertandingan ada di atas lapangan, apa pun bisa terjadi.