Share

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Sabet Emas Olimpiade Tokyo 2020, Pebulu Tangkis Denmark Ini Ikut Menangis

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 40 2458959 greysia-polii-apriyani-rahayu-sabet-emas-olimpiade-tokyo-2020-pebulu-tangkis-denmark-ini-ikut-menangis-r08jHQyyfJ.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu rebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

AARHUS – Pencapaian manis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 telah membuat banyak pihak merasa bangga dan terharu. Perasaan ini ternyata tak hanya dirasakan publik Tanah Air, tetapi juga pebulu tangkis Denmark, Hans-Kristian Vittinghus.

Olimpiade Tokyo 2020 memang telah berakhir beberapa minggu yang lalu. Namun, banyak kenangan yang masih membekas di ingatan para pencinta olahraga yang menyaksikan pesta olahraga terbesar di dunia itu.

Hans-Kristian Vittinghus

Hans-Kristian Vittinghus bahkan mengaku sampai menangis saat melihat momen kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020. Vittinghus mengungkapkan rasa harunya itu saat berbincang dengan Anders Antonsen di channel Youtube pribadi milik rekan satu negaranya itu.

BACA JUGA: Eng Hian Beri Bocoran, Greysia Polii Pensiun Akhir 2021?

Hans-Kristian Vittinghus menyebut momen kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu adalah salah satu peristiwa yang paling disukainya di Olimpiade Tokyo 2020. Air matanya menetes di sepanjang upacara pemberian medali.

“Saya mengatakan juara ganda putri Polii dan Rahayu. Saya tidak menyangka mereka akan membuat saya sangat tersentuh. Tapi ketika mereka menang, jujur saya menangis sepanjang upacara pemberian medali,” kata Vittinghus saat ditanya momen yang paling diingatnya di Tokyo 2020.

BACA JUGA: Pemain Ganda Bulu Tangkis Sering Beri Kode Pakai Jari Sebelum Lakukan Servis, Ini Penjelasannya

Hans-Kristian Vittinghus merasa terharu kala melihat pencapaian manis Greysia/Apriyani, tetapi tidak kala melihat kemenangan rekan satu negaranya, Victor Axelsen. Pencapaian Axelsen diakuinya tak membuatnya menangis.

Hal ini terjadi karena ekspresi bahagia dan cara Greysia/Apriyani menghormati rakyat Indonesia benar-benar membuatnya tersentuh.

“Bahkan saya tidak menangis saat Victor menang, tapi karena alasan tertentu mereka benar-benar membuat saya tersentuh. Mereka terlihat sangat bahagia, cara mereka menangis dan menunjukkan hormat serta menyapa kepada rakyat Indonesia, saya rasa itu benar-benar kuat dan saya menangis,” jelas pebulutangkis yang bermain di sektor tunggal putra itu.

“Saya benar-benar tidak menyangka itu. Buat saya, itu adalah gambaran kuat yang kita dapatkan di Olimpiade ketika mereka berdua berdiri di podium. Ditambah lagi, Indonesia adalah negara yang paling gila dengan bulutangkis dan itu adalah emas pertama mereka dari ganda putri. Tentu itu adalah sesuatu yang luar biasa bagi mereka. Jadi menurutku itu salah satu momen favorit saya di Olimpiade,” imbuhnya.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Di sisi lain, Vittinghus juga menyayangkan ketiadaan penonton yang hadir di stadion untuk mendukung para pemain yang berlaga. Menurutnya, itu adalah suatu momen yang direnggut dari para pemain, khususnya pemenang di Tokyo 2021.

“Satu-satunya yang saya rindukan di Olimpiade adalah kehadiran penonton, khususnya di final. Saya merasa kasihan dengan para pemain karena untuk beberapa pemain mungkin ini adalah pengalaman sekali seumur hidup,” ucap pemain kelahiran Frederikshavn itu.

“Dan bagi para pemenang medali emas itu merupakan salah satu pengalaman yang direbut dari mereka. Mereka mendapat kenangan yang tidak bisa dilupakan tetapi tidak ada penonton yang menyaksikan disana,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini