Legenda Bulu Tangkis Indonesia Mia Audina: Si Anak Ajaib Peraih Medali Olimpiade untuk 2 Negara Berbeda

Andika Pratama, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 40 2454488 legenda-bulu-tangkis-indonesia-mia-audina-si-anak-ajaib-peraih-medali-olimpiade-untuk-2-negara-berbeda-wCsjOYzDmw.jpg Mia Audina si Anak Ajaib Indonesia di tunggal putri (Foto: PB Djarum)

MIA Audina Tjiptawan adalah salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang berprestasi di berbagai turnamen bergengsi. Akan tetapi, Mia Audina telah berpindah kewarganegaraan dari Indonesia ke Belanda.

Mia Audina adalah sosok yang digadang-gadang sebagai penerus Susy Susanti pada era 1990-an. Namannya berkibar karena mampu berprestasi pada usia belia.

Mia Audina si Anak Ajaib (Foto: Olympic)

Ketika berumur 14 tahun, Mia Audina telah masuk dalam Tim Indonesia untuk Piala Uber 1994. Dia pun menjadi anggota Tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulu tangkis.

Meski masih belia, Mia Audina mampu unjuk gigi. Dia bahkan menjadi buah bibir usai menjadi penentu kemenangan Tim Indonesia atas China di final Piala Uber 1994.

Pada partai penentuan, Mia Audina melawan tunggal putri China peringkat 12 dunia waktu itu, Zhang Ning. Mia Audina harus berjuang hingga gim ketiga untuk menekuk Zhang Ning dengan skor 11-7, 10-12, dan 11-4.

Berbagai prestasi gemilang Mia Audina membuatnya dijulukan si Anak Ajaib. Kehebatannya membuat Mia Audina kembali masuk Tim Indonesia untuk Piala Uber 1996.

BACA JUGA: Peraih Medali Emas Olimpiade Atlanta 1996 Rexy Mainaky: Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Sukses di Negeri Orang

Mia Audina kembali mengantarkan Tim Indonesia menjadi juara Piala Uber pada waktu itu dengan mengalahkan China. Dia bahkan turut menyumbangkan poin dengan mengalahkan Wang Chen 11-4 dan 11-6 pada partai ketiga.

Selain mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Uber, wanita kelahiran 22 Agustus 1979 itu pun melakukan hal serupa di Olimpiade. Mia Audina pertama kali tampil di Olimpiade yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat (AS), 1996 silam.

Mia Audina membuat kejutan dengan melaju hingga ke partai puncak untuk melawan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun. Sayangnya, Mia kalah sehingga harus puas dengan medali perak. Selain Mia, Indonesia juga mendapatkan medali perunggu melalui Susy, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Karier Mia Audina meroket setelah itu. Akan tetapi, Mia Audina melepas masa lajangnya pada 1999. Dia menikah dengan Tylio Arlo Lobman, seorang penyanyi gospel asal Suriname berkebangsaan Belanda. Mia Audina lalu pindah ke Belanda untuk mengikuti sang suami. Mia Audina pun berpindah kewarganegaraan pada 2000.

Meski telah menikah, Mia Audina tidak bisa lepas dari bulu tangkis. Mia Audina tetap bergelut di dunia bulu tangkis dengan mewakili Belanda di berbagai turnamen. Akan tetapi, dia enggan berlaga di Indonesia karena menghargai masyarakat di Tanah Air.

Mia Audina si Anak Ajaib (Foto: Badmintonindonesia)

Prestasi Mia Audina jelang akhir kariernya pun cukup bagus. Dia mencapai perempatfinal Olimpiade Sydney 2000 dan melaju ke partai puncak Olimpiade Athena 2004.

Sayangnya, seperti 1996, Mia Audina harus puas dengan medali perak di Olimpiade Athena 2004. Uniknya, dia kalah dari lawannya di final Piala Uber 1994, Zhang Ning.

Meski tidak mendapatkan medali emas, Mia Audina mencatatkan diri sebagai satu-satunya pebulu tangkis yang meraih medali Olimpiade untuk dua negara berbeda. Mia Audina pun pensiun dua tahun berselang.

Kendati tidak mengakhiri karier sebagai atlet Indonesia, rasa cinta Mia Audina terhadap Tanah Air tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia tetap mencintai Indonesia dan itu terbukti dari sikapnya yang enggan bermain di Tanah Air dengan balutan seragam Belanda. Mia Audina salah satu atlet yang turut mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Terima kasih Mia Audina!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini