Greysia Polii/Apriyani Rahayu Sabet Emas di Olimpiade Tokyo 2020, Pelatih PB Jaya Raya: Dulu Latihannya Sampai Nangis

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 40 2450350 greysia-polii-apriyani-rahayu-sabet-emas-di-olimpiade-tokyo-2020-pelatih-pb-jaya-raya-dulu-latihannya-sampai-nangis-OL6GBJGMr5.jpg Greysia/Apriyani sabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pasangan bulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu tengah menjadi sorotan atas keberhasilan di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Greysia/Apriyani meraih medali emas usai menumbangkan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yifan di partai final dengan skor 21-19 dan 21-15.

Greysia/Apriyani melanjutkan tradisi emas wakil Indonesia di Olimpiade setelah sebelumnya medali emas disumbangkan pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di Olimpiade Rio 2016 lalu.

 

Pelatih PB Jaya Raya, Bambang Supriyanto, memberikan komentar tentang keberhasilan mantan anak didiknya tersebut. Ia menceritakan perjuangan luar biasa yang telah dilalui keduanya sebelum sampai seperti sekarang ini.

Baca juga: Jika Greysia Polii Pensiun Kelar Olimpiade Tokyo 2020, Ini 3 Kandidat Pasangan Apriyani Rahayu

"Perjuangan mereka dulu memang luar biasa. Sampai nangis-nangis di lapangan latihan dan itu sudah biasa," ujar Bambang saat konferensi pers virtual PB Jaya Raya, Selasa (3/8/2021)

"Karena itu memang harus mereka jalani. Mereka tidak memiliki role model untuk menjadi juara. Jadi itu memang harus dilakukan untuk terus meningkatkan kemampuan fisik maupun teknik untuk bersiang dengan pemain dari negara lain terutama China, saat itu.

Melihat perkembangan luar biasa anak didiknya sekarang, Bambang pun mengaku sangat terkesan dengan penampilan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, terutama di ajang Olimpiade Tokyo 2020 kemarin.

Menurutnya, ketahanan fisik dan ketenangan di lapangan kali ini jadi salah satu keunggulan Greysia/Apriyani dari lawan-lawan mereka. Selain itu, mental pantang menyerah juga jadi faktor penting.

 

"Power Apriyani sangat ditakuti lawan. Bagaimana dia melakukan beberapa kali jumping smash dalam satu pertandingan penuh sejak fase grup. Tapi sekali lagi, ambisi mereka untuk menang juga tak kalah penting," lanjutnya.

"Greysia itu punya defense bagus. Jadi memang cocok dipasangkan dengan partner yang punya power serangan lebih seperti Apriyani," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini