Share

Profil Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Penyumbang Medali Emas Pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 40 2449573 profil-greysia-polii-apriyani-rahayu-pencetak-sejarah-indonesia-di-sektor-ganda-putri-olimpiade-NvzZq2HTnh.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu rebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

SOSOK ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Kesuksesan Greysia/Polii pun langsung jadi sorotan karena selain menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, mereka juga mengukir sejarah lain di dunia perbulutangkisan Tanah Air.

Ya, sejarah baru tercatat bagi Indonesia di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis nomor ganda putri yang diwakilkan oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada ajang Olimpiade Tokyo 2020. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di partai puncak, mereka pun berhasil menjadi yang pertama meraih gelar juara di nomor ini sepanjang sejarah.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Sejarah itu bahkan mulai tercipta sejak babak semifinal. Sebagaimana diketahui, Indonesia belum pernah mengirimkan wakilnya dari nomor ganda putri pada babak tersebut sejak Olimpiade Barcelona 1992.

BACA JUGA: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Pernah Menang di Semua Nomor Bulu Tangkis Olimpiade

Pencapaian terbaik di sektor ganda putri sebelumnya dicatatkan Eliza Nathanael/Zelin Resiana pada Olimpiade Atlanta 1996 dan Etty Tantri/Cynthia Tuwankotta pada Olimpiade Sydney 2000. Meski terbaik, kedua pasangan ini hanya mencapai babak perempatfinal.

BACA JUGA: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Dulang Emas, Presiden Jokowi: Ini Kado Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia

Artinya, Greysia/Apriyani menjadi yang terbaik setelah tujuh edisi Olimpiade sebelumnya. Mereka membawa kepada dunia perbulutangkisan Indonesia di nomor ganda putri untuk bersaing di tingkat dunia. Sebelumnya, harapan lebih banyak bertumpu di ganda putra maupun campuran.

Sampai pada partai puncak di Olimpiade Tokyo 2020, Greysia/Apriyani berhasil mengalahkan ganda putri asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, dengan dua game langsung 21-19 dan 21-15. Medali emas yang mereka dapat sekaligus menjadi yang pertama bagi Indonesia di ajang ini.

Greysia dan Apriyani sendiri terus menunjukkan keharmonisannya sebagai pasangan. Memiliki usia yang terpaut mencapai 10 tahun, Greysia yang tahun ini berusia 32 tahun dan Apriyani yang berusia 23 tahun saat ini bisa terus menjaga harmonisasinya.

Tak ayal, mereka terus mendapat kepercayaan untuk berduet di sektor ganda putri. Duet ini sudah tercipta sejak 2017.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Sebelum itu, Greysia sempat berpasangan dengan Meiliana Jauhari pada 2010. Selama tiga tahun berpasangan, Greysia/Jauhari telahmencatatkan prestasi, termasuk lolos pertama kalinya di Olimpiade London 2012.

Setelahnya, Greysia mulai berpasangan dengan Nitya dan juga mencatatkan prestasi di Asian Games 2014. Mereka juga merasakan atmosfer Olimpiade kedua kalinya di Olimpiade Rio 2016.

Sementara bagi Apriyani, ketika 2014 berusia 16 tahun, dia berpasangan dengan Rosyita Eka Putri lebih dahulu. Setelah itu, perempuan kelahiran Kabupaten Konawe ini bermain untuk ganda campuran pada 2015 berpasangan dengan Fachriza Abimanyu.

Greysia/Apriyani menjadi pasangan kejutan dengan berhasil menjadi juara Thailand Open 2017. Mereka mengalahkan wakil tuan rumah dalam waktu 45 menit.

Greysia/Apriyani terus mengukir prestasi. Kejutan dihadirkan kembali dengan menjuarai Prancis Open Super Series 2017. Kemudian, mereka berhasil mendapatkan runner-up di Hong Kong Open 2017.

Setelah itu, masih banyak prestasi Greysia dan Apriyani, yang kemudian sampai di puncaknya pada tahun ini. Mereka mengawali tahun ini dengan menjuarai Thailand Open 2021. Sampai akhirnya, mereka memulai debutnya di level Olimpiade di Tokyo 2020 dan menghadirkan medali emas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini