Demi Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Ginting dan Jonatan Christie Dapat Saran dari Legenda Bulu Tangkis

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 22:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 40 2445506 bicara-persaingan-di-nomor-tunggal-putra-sony-dwi-kuncoro-berikan-saran-untuk-anthony-ginting-dan-jonatan-christie-DqxcFoVIX7.jpg Jonatan Christie di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

TOKYO - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting akan melakoni debutnya di ajang Olimpiade pada Minggu (25/7/2021). Pemain peringkat lima dunia itu akan menghadapi wakil Hungaria, Gergely Krausz di laga perdana Grup J Olimpiade Tokyo 2020.

Persaingan untuk memperebutkan medali emas di sektor tunggal putra terbilang cukup ketat. Meski demikian, harapan Indonesia untuk meraih hasil maksimal di nomor tersebut tetap terbuka. Sebelumnya, pebulutangkis tunggal putra Indonesia lainnya yakni Jonatan Christie berhasil meraih kemenangan atas Aram Mahmoud.

 

Peraih medali perunggu Olimpiade 2004 Athena, Sony Dwi Kuncoro menyebut, baik Jonathan Christie maupun Anthony Sinisuka Ginting harus mengendalikan tekanan dalam diri sendiri. Umumnya, di ajang besar, pebulutangkis takut kalah dan di sisi lain sangat ingin menang.

Hal tersebut wajar, tetapi kedua faktor itu harus dicermati secara logis. Ingin menang,  perlu permainan terbaik. “Jangan sebaliknya, lantaran ingin menang, tapi saat tanding tekanan tinggi, malah jadi takut kalah dan hilang mood buat menampilkan permaian terbaik,” ujar Sony seperti keterangan pers yang diterima MPI, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Jonatan Christie Bantai Atlet Pengungsi di Laga Perdana Olimpiade Tokyo 2020

Di fase grup, menurut Sony yang kini berusia 37 tahun,  Anthonty relatif hadapi lawan mudah. Ia juga bertemu Sergey Sirant dari Rusia. Meski harus waspada, setidaknya Anthony bisa menggenjot mental, cara mengatasi kondisi  saat tertekan.

Dari segi permainan, Anthony mengandalkan speed and power sehingga suka menyerang.  Tak ayal juara China Open 2018 ini harus mimikirkan kondisinya, terkait stamina dan endurance.

“Cara main harus diatur. Jangan terpancing permainan lawan. Usahakan membuat variasi dalam poin-poin tertentu demi atasi tekanan lawan dan tekanan dalam diri sendiri,” tandas Sony,  yang turut membawa Indonesia juara Thomas Cup 2002 di Guangzhou, China.

Akan halnya Jonathan, di grup G ia kantongi kemengan 21-8, 21-18 atas Mahmoud Aram. Terhadap Olimpian Indonersia berperngkat  7 dunia itu, Sony menyebut, perlu lebih meningkatkan permainan agar semakin komplet.

 

Jonathan punya modal buat melaju. Ia pernah saling mengalahkan dengan pemain level tinggi dunia. “Cuma, kalau mau dicermati, sejak digelar pada 1992, para juara Olimpiade itu rata-rata pemain yang banyak menjuarai event besar. Antara lain Taufik Hidayat, Lin Dan, dan Chen Long,” kata  Sony lagi.

Skuad lain Indonesia yang juga reguk kemenangan adalah ganda campuran Praveen Jordan/Daeva Oktavianti di grup C tumpas Simon Win Hang Leung/Gronya Somerville (Australia) 20-22, 21-17, 21-13.  Di grup A ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamulja/Marcus Fernaldi Gideon libas  Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) 21-15, 21-11. Di grup D Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Jason Ho-Hsue/Nyl Yakura (Kanada) 21-12, 21-11.

 

Gresya Polii/Apriyani Rayahu di grup A ganda putri benam Choi Mei Kuan/Lee Meg Yean (Malaysia) 21-14, 21-17. Greysia/Apriani main kembali pada Senin (26/7/2021). Juara Asian Games 2014 Incheon itu akan ladeni Chloe Birch/Lauren Smith (Inggris). Setelah itu siap hadapi Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang). “Setiap grup, setiap lawan, pasti sulit. Kami akan fokus untuk memberi yang terbaik,” tutur Greysia usai tanding.

Atas kiprah pebulutangkis Indonesia, sejauh ini Susi Susanti menyebut menggembirakan. Peraih emas tunggal putri Olimpiade 1992 Barcelona itu berharap Gregoria Mariska Tunjung yang bertanding Minggu (25/7/2021) saat hadapi  Thet Has Thuzar (Myanmar).

Susi, mantan ketua bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI, berharap langkah Gregoria juga laju. Tapi, ia berpesan agar Gregoria mempergunakan kesempatan ini sebaik mungkin. “Ia harus siap lelah, jaga fokus, dan jagan lengah. Bermain maksimal dan berikan yang terbaik buat Indonesia,” kata Susi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini