"Memang tidak seperti di Kumamoto ya, di sini waktunya dibatasi baik di practice court ataupun di main hall, jadi kami harus pintar-pintar mengatur program. Sparring juga hanya ada Fajar/Rian, jadi saling bergantian," ujar Nova.
"Tapi semua negara juga mengalami hal yang sama. Jadi tidak ada alasan buat kami untuk tidak memaksimalkan jadwal latihan yang ada. Beruntungnya sejak hari pertama latihan di main hall, kami tim Indonesia sudah berkesempatan menjajal tiga lapangan pertandingan. Ini bagus untuk adaptasi. Kendala yang signifikan tidak ada, hanya memang agak silau lampunya," jelas Nova.
Lebih lanjut, Nova menilai pertandingan pertama Praveen/Melati yang mempertemukan mereka dengan Leung/Somerville harus memberi keuntungan. Sebab, pada laga-laga berikutnya mereka akan bertemu lawan yang lebih tangguh.

"Asal tidak lengah, mereka bisa memanfaatkan (pertandingan) ini sebagai langkah awal untuk masuk ke suasana pertandingan sebelum bertemu lawan yang sepadan," imbuhnya.
Baca Juga: Sejarah Keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, dari Hanya Kirim 3 Atlet Sampai Sabet 32 Medali
Selain Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga akan bersaing dengan jagoan tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, dan pasangan yang diprediksi menjadi kuda hitam di Grup C, Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark).
(Ramdani Bur)