Dalam sebuah Atsuko Kubo, kepala asosiasi keluarga penyandang cacat mental, memprotes keras tindakan Oyamada di masa lalu dan mengatakan tindakan itu mengganggu dia telah menargetkan orang cacat, yang cenderung tidak melawan. Sialnya, Oyamada masih membual tentang hal tersebut bertahun-tahun kemudian.
Sementara itu panpel Olimpiade 2020 menyatakan pihaknya sudah sebisa mungkin menahan Oyamada untuk bertahan. Namun Oyamada tetap pada keputusannya untuk mengundurkan diri.

Nah, inilah jadi babak baru. Pasalnya panpel Olimpiade 2020 tak begitu saja menerima keputusan Oyamada.
Baca Juga: Pertarungan Sengit Para Atlet Dunia di Olimpiade Tokyo 2020, Ikuti Momen Specialnya di News RCTI+
“Benar-benar tidak dapat diterima. Dengan waktu singkat (mengundurkan) yang tersisa sebelum upacara pembukaan, adalah salah. Kami menyampaikan permintaan maaf kami yang terdalam atas pelanggaran dan kebingungan yang terjadi pada begitu banyak orang selama ini,” ujar panpel.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.