Share

Fukushima Larang Kehadiran Penonton di Olimpiade Tokyo 2020

Antara, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 10 43 2438750 fukushima-larang-kehadiran-penonton-di-olimpiade-tokyo-2020-vqDSxV2CLg.jpg Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 dibanyangi dengan status darurat Covid-19. (Foto/Reuters)

TOKYO - Prefektur Fukushima Jepang akan melarang kehadiran penonton dalam semua pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 yang diselenggarakan musim panas ini karena meningkatnya infeksi COVID-19, kata Gubernur Masao Uchibori yang mengubah keputusannya terdahulu.

Pada Kamis (8/7) lalu, penyelenggara memutuskan tidak akan ada penonton di kota tuan rumah Tokyo karena virus corona kembali merebak sehingga memaksa Jepang mengumumkan status darurat di ibu kota selama berlangsungnya Olimpiade, yang sudah ditunda satu tahun karena pandemi COVID-19.

Foto/Olimpiade Tokyo

Namun sebelum dikeluarkannya keputusan tersebut, pemerintah Fukushima, dan juga beberapa prefektur lain di luar ibu kota Tokyo, sempat mengumumkan akan mengizinkan sejumlah penonton untuk menyaksikan pertandingan Olimpiade.

Baca juga: Perenang Ini Menolak Divaksin, Alasannya Takut Performa Menurun di Olimpiade Tokyo 2020

Akan tetapi pada Jumat (9/7), penyelenggara kembali mengumumkan pertandingan sepak bola yang digelar di pulau utama paling utara Jepang, yakni Hokkaido, akan digelar tanpa penonton.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020 Digelar Tanpa Penonton, Presiden IOC: Sangat Disayangkan

Fukushima yang juga berlokasi di wilayah Jepang utara, yang akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan sofbol dan bisbol, setuju dan meminta penyelenggara Olimpiade untuk melarang kehadiran penonton, demikian disampaikan Gubernur Masao Uchibori dalam konferensi pers yang digelar Sabtu.

Olimpiade dinilai sebagai kesempatan bagi Jepang untuk bersinar kembali di panggung global setelah dihantam bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir yang menghancurkan sebuah pabrik di Fukushima satu dekade lalu.

Namun penyelenggaraan Olimpiade tahun ini nyatanya juga mengalami pembengkakan anggaran secara besar-besaran, demikian laporan Reuters.

(fzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini