Mengenang Momen saat Filipina Tuduh Mantan Pevoli Aprilia Manganang sebagai Seorang Pria di SEA Games 2015

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 43 2375133 mengenang-momen-saat-filipina-tuduh-mantan-pevoli-aprilia-manganang-sebagai-seorang-pria-di-sea-games-2015-H0p6SOsK6X.jpg Aprilia Manganang (Instagram Akun Fanbase Aprilia Manganang)

JAKARTA – Sosok Aprilia Manganang telah dikenal publik sebagai mantan pevoli Tanah Air yang berprestasi. Namun pernyataan mengejutkan datang dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, terkait jenis kelamin Aprilia Manganang.

Pada pernyataannya, Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan bahwa Aprilia menderita hipospadias sedari lahir. Adanya kendala ekonomi, membuat Aprilia tidak bisa menangani kondisinya dan menerima keadaan yang ada. Akhirnya ia pun dianggap perempuan, termasuk urusan administrasi kependudukan.

Aprilia Manganang

“Anak ini termasuk dalam kasus Hipospadias serius sehingga paramedis, yang membantu kelahirannya, dan orang tua menilai secara fisik, bahwa dia perempuan,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa.

Baca juga KSAD Andika Perkasa: Aprilia Manganang Laki-Laki Sejati

“Dari pemeriksaan urologi, Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki, bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin perempuan,” tegasnya.

Baca juga Ternyata Berjenis Kelamin Laki-Laki, Mantan Pevoli Aprilia Manganang: Saya Bersyukur

Kondisi ini membuat mengingat lagi pada awal kemunculan Aprilia yang sering dituduh sebagai pria karena memilki tubuh kekar dan gaya tomboy. Kala itu status gender Aprilia dipertanyakan ketika tampil di Liga Bola Voli Indonesia tahun 2011.

Akan tetapi bukan hanya di kancah nasional saja. Pertanyaan tentang jenis kelaminnya juga merambah di dunia internasional. Hal itu terjadi pada 2015 kala ia memperkuat Timnas voli putri Indonesia di ajang SEA Games yang berlangsung di Singapura.

Kala itu, keberadaan Aprilia di skuad Timnas voli putri Indonesia menuai kontroversi. Terutama dari pihak Filipina yang mempertanyakan jenis kelamin pemain kelahiran 27 April 1992 tersebut.

Bahkan protes pihak Filipina telah disampaikan kepada Komite Penyelenggara SEA Games 2015 yakni SINGSOC. Akan tetapi, protes Filipina mendapat penolakan, dan Aprilia tetap diperbolehkan untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang dua tahunan tersebut.

Aprilia Manganang

Meski begitu, pihak Filipina kala itu menerima keputusan SINGSOC terkait izin Aprilia membela Timnas voli putri Indonesia. Pengajuan protes mereka kala itu, karena mereka ingin memastikan bahwa tentang gender Aprilia.

Akhirnya Aprilia pun membawa Timnas voli putri Indonesia meraih medali perunggu. Mereka gagal tampil ke final setelah di babak semifinal menyerah dari Thailand dengan skor 1-3.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini