Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dovizioso Kecewa Berat Gagal Manfaatkan Absennya Marquez di MotoGP 2020

Bagas Abdiel , Jurnalis-Selasa, 10 November 2020 |05:21 WIB
Dovizioso Kecewa Berat Gagal Manfaatkan Absennya Marquez di MotoGP 2020
Andrea Dovizioso (Foto: Laman resmi MotoGP)
A
A
A

VALENCIA – Pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, mengungkapkan kekecewaannya setelah peluangnya menjadi juara dunia MotoGP 2020 semakin tipis. Hal itu tidak lepas dari performa buruknya di MotoGP Eropa 2020 yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu 8 November 2020.

Pada balapan tersebut, Dovizioso kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya setelah finis di uruan kedelapan. Kegagalan tersebut membuat Dovizioso masih tertahan di urutan keenam dengan koleksi 117 poin.

Andrea Dovizioso

Meski berselisih 45 poin dari Joan Mir yang berada di puncak klasemen, tetapi harapan Dovizioso untuk menjadi juara dunia sangatlah kecil. Bahkan Dovizioso pun sudah merasa pasrah dan merasa kecewa dengan performa yang ia tunjukkan di MotoGP musim ini.

Apalagi jika berkaca pada tiga musim ke belakang, Dovizioso selalu nyaris menjadi juara sebelum akhirnya digagalkan oleh Marc Marquez. Sayangnya, ketika Marquez absen di MotoGP musim ini, Dovizioso gagal memanfaatkan kesempatan. Ia justru terperosok dan seakan kehilangan arah.

Baca juga Kurang Enak Badan, Andrea Dovizioso Bantah Terpapar Covid-19

“Tidak menyenangkan berada dalam situasi ini setelah berjuang selama tiga tahun dengan Marc,” ungkap Dovizioso, mengutip dari GP One, Selasa (10/11/2020).

“Itu adalah perasaan yang buruk, Anda merasa tidak memiliki kartu untuk dimainkan dalam situasi apa pun. Anda merasa tidak memiliki energi untuk digunakan, Anda merasa sedikit tidak berdaya,” lanjutnya.

Lebih menyedihkan lagi, ini akan menjadi tahun terakhir bagi Dovizioso membalap bersama Ducati di kelas MotoGP. Pasalnya pada akhir musim ini, ia memutuskan berpisah dengan Ducati dan akan menjalani cuti panjang sebagai pembalap kelas premier.

“Saya tidak ingin berakhir seperti ini dengan Ducati, tetapi ada ribuan alasan mengapa kami berada dalam situasi ini,” lanjut pembalap berpaspor Italia tersebut.

“Saya mencoba (segala yang saya bisa), tetapi semuanya seperti itu. Ini aneh karena berbagai alasan,” sambung pembalap berusia 34 tahun itu.

“Tentu saja kehilangan Marc, tetapi ini akan tetap menjadi aneh dengan ia ada di trek. Semua orang melakukan yang terbaik, terlepas dari kehadirannya,” pungkasnya.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement