Quartararo Heran Selalu Kesulitan pada Dua Balapan Beruntun

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 38 2300637 quartararo-heran-selalu-kesulitan-pada-dua-balapan-beruntun-12f6mzHgjq.jpg Fabio Quartararo menikung di Sirkuit Aragon (Foto: Twitter/@FabioQ20)

ALCANIZ – Hasil yang dicapai pada dua balapan beruntun di Sirkuit Motorland Aragon, Alcaniz, membuat Fabio Quartararo heran. Sebab, pembalap lain, termasuk rekan setimnya Franco Morbidelli, bisa meningkat, sementara dirinya tidak.

Seperti diketahui, dua pekan balapan di Aragon seakan berubah menjadi petaka bagi Fabio Quartararo. Pada MotoGP Aragon 2020, 18 Oktober silam, El Diablo memulai lomba dari posisi terdepan. Sayangnya, ia mengalami kesulitan dan hanya finis di posisi 18.

Sedangkan pada GP Teruel 2020 akhir pekan lalu, Fabio Quartararo mengawali lomba dari urutan enam. Lagi-lagi, pembalap berpaspor Prancis itu kesulitan dan hanya finis pada posisi delapan. Kendati dari segi hasil meningkat, problem yang sama kembali dialami.

Baca juga: Quartararo Sama Tertekannya dengan Rossi dan Marquez

Fabio Quartararo melaju di Sirkuit Motorland Aragon (Foto: MotoGP)

Hal itu membuat Fabio Quartararo bingung dan resah. Sebab, Franco Morbidelli justru bisa mengalami peningkatan pesat pada dua balapan beruntun. Karena itu, ia meninggalkan Aragon dengan perasaan lega setelah dihantam berbagai kesulitan.

“Di pekan pertama, Franco sangat konsisten, lalu membuat peningkatan. Namun, kami tidak membuat peningkatan sama sekali dari pekan pertama. Kami tidak memiliki konsistensi. Saya senang meninggalkan Aragon karena dua pekan yang sulit,” ujar Fabio Quartararo, dilansir dari Crash, Rabu (28/10/2020).

“Sangat sulit dipahami karena, selain Franco yang benar-benar meningkat pesat, kapan pun ada balapan beruntun, kami tidak mengalami hal yang sama. Sepertinya, ketika ada balapan beruntun kami sangat kesulitan karena yang lain membuat kemajuan, sementara kami mandek,” imbuh pria berusia 21 tahun itu.

Tentu saja, pendapat Fabio Quartararo itu bisa diperdebatkan. Sebab, pada dua seri perdana yang digelar beruntun di Sirkuit Jerez, ia berhasil menyapu bersih kemenangan. Begitu juga pada dua balapan beruntun berikutnya yang digelar di Misano. Kesulitan baru dialaminya di Austria dan Aragon.

Pada GP Austria dan Styria, Fabio Quartararo masing-masing mencatatkan finis kedelapan dan 13. Sedangkan di Misano, pembalap bernomor motor 20 itu gagal finis pada seri pertama, tetapi mampu mengakhiri lomba kedua di urutan empat.

Balapan beruntun di sirkuit yang sama memang tidak terelakkan pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 akibat pandemi Covid-19. Dari 14 seri yang digelar, hanya empat saja yang tidak dilangsungkan di sirkuit yang sama secara beruntun.

Menilik pada sisa jadwal, ada satu lagi seri yang digelar beruntun di sirkuit yang sama. Seri tersebut adalah MotoGP Eropa dan Valencia 2020, 8 dan 15 November, di Sirkuit Ricardo Tormo. Fabio Quartararo dan tim wajib menemukan solusi bila tidak ingin tertinggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini