BOLOGNA – Masa depan MotoGP tidak akan sama setelah pandemi Virus Corona (COVID-19) berakhir. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti. Ciabatti menilai MotoGP akan memasuki skenario baru yang sulit dipahami oleh semua pihak.
Pandemi ini membuat banyak negara memberlakukan aturan ketat soal keluar-masuk orang asing ke wilayahnya. Selain itu, aturan menjaga jarak fisik juga diberlakukan sehingga kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat dilarang.

Tujuannya adalah agar rantai penyebaran Virus Corona terputus dan pandemi pun berakhir. Akan tetapi, aturan-aturan yang diberlakukan sebelumnya kemungkinan besar akan dipertahankan untuk beberapa waktu ke depan, meski lebih longgar. Alasannya sederhana, yaitu supaya gelombang kedua pandemi tidak terjadi.
BACA JUGA: Belum Tentukan Line-up Pembalap untuk MotoGP 2021, Ducati Justru Merasa Beruntung
Lalu hal tersebut akan membuat MotoGP memasuki skenario baru. MotoGP yang merupakan olahraga level internasional dengan banyak orang dari seluruh dunia terlibat, akan dihadapkan pada sebuah masalah besar.
Ciabatti belum dapat memprediksi bagaimana Dorna Sports selaku penyelenggara akan mengatasi masalah tersebut. Ciabatti menilai sebagian besar elemen di MotoGP tidak akan siap dengan skenario baru itu.
“Saya bisa membayangkan bahwa pada awalnya pembatasan perjalanan akan dicabut hanya untuk tujuan profesional. Saya tidak tahu berapa lama sebelum orang bisa bepergian untuk kesenangan dan liburan lagi. Belum ada yang tahu,” ujar Ciabatti, menyadur dari Tutto Motori Web, Kamis (23/4/2020).
“Kami sedang menghadapi skenario yang sama sekali baru, tanpa ada yang siap. Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada kami dalam konteks ini,” tandasnya.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.