“Bahaya menyalakan api obor dengan segilintir penonton, jumlah pejabat dan delegasi yang terbatas, serta di bawah rasa takut dan khawatir, akan merusak kebesaran dan prestise acara ini,” ungkap Georgiopoulos, mengutip dari Daily Mail, Selasa (10/3/2020).
“Dengan rasa tanggung jawab, otoritas kota, semua pihak dari dewan kota Olympia Kuno, meminta IOC yang memiliki tanggung jawab eksklusif mengorganisirnya untuk mempertimbangkan kemungkinan memindahkan upacara penyalaan obor hingga Mei tahun ini,” lanjutnya.
Akan tetapi, penyalaan obor Olimpiade akan tetap digelar dengan skala yang lebih kecil dan sesuai jadwal. Tujuh hari setelah upacara penyalaan obor tersebut, akan ada upacara penyerah resmi di Yunani pada 19 Maret 2020.
(Ramdani Bur)