MATTIGHOFEN – Direktur Motorsport KTM, Pit Bierer, mengaku kapok merekrut pembalap Yamaha untuk bergabung ke timnya. Perasaan tersebut muncul setelah melihat kegagalan Johann Zarco di KTM pada musim ini.
Zarco yang mulai menjalani debutnya di KTM pada gelaran MotoGP 2019 memang gagal menunjukkan penampilan yang impresif. Pembalap asal Prancis itu tampak begitu kesulitan untuk beradaptasi penuh dengan motor KTM. Kondisi ini pun membuat sang pembalap frustrasi sehingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontraknya lebih dini di tim tersebut.
BACA JUGA: Pit Bierer Heran dengan Kegagalan Zarco di KTM
Awalnya, Zarco dan KTM sepakat untuk mengakhiri kerja samanya pada akhir musim 2019. Tetapi, KTM akhirnya mendepak Zarco lebih awal. Sejak gelaran MotoGP Aragon 2019, Zarco dipastikan sudah tak lagi menunggangi motor KTM. Perannya digantikan oleh test rider KTM, Mika Kallio.

Keputusan ini diambil karena KTM kecewa dengan penampilan Zarco yang tak kunjung kompetitif. Ia tampil jauh dari harapan KTM. Bierer pun mengamini hal tersebut. Di awal kedatangan Zarco, KTM begitu berharap akan ada kontribusi besar yang bisa diberikan sang pembalap mengingat kiprahnya begitu luar biasa selama dua musim memperkuat tim satelit Yamaha.
Zarco bahkan bisa menyegel gelar rookie terbaik pada MotoGP 2017 lantaran tampil ciamik di tim satelit Yamaha. Tetapi, harapan tersebut harus kandas karena Zarco tampak begitu kesulitan beradaptasi dengan motor KTM. Kondisi ini dinilai Bierer menunjukkan bahwa ada perbedaan besar yang terdapat pada motor timnya serta Yamaha. Karena itu, KTM pun tak mau lagi merekrut pembalap Yamaha karena dinilai bakal berisiko seperti yang dialami Zarco saat ini.
“Seluruh paddock kini telah belajar bahwa ada dua jenis motor yang berbeda . Ada motor yang lebih mudah ditangani dan ada yang membutuhkan gaya membalap yang berbeda serta menghabiskan energi. Ada dua konsep mesin, tetapi keduanya dapat memenangkan perlombaan,” ujar Bierer, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Rabu (25/9/2019).

“Ketika kami mempekerjakan Johann (Zarco), kami tidak berharap akan ada perbedaan besar antara dua merek yang berbeda. Karena itu, diperlukan gaya membalap yang sangat berbeda. Kami telah melihat petarung itu dan ia tidak peduli bahan apa yang akan dapatkan. Dia tidak pernah mengeluh kepada tim lamanya dan tidak pernah menuntut materi dari tim pabrik,” lanjutnya.
“Dia naik ke motor dan melaju lebih cepat dari Rossi dan Vinales. Ini mengesankan kami. Kami berkata, ‘Wow, ini pembalap yang kami butuhkan.’ Kami merekrutnya, tetapi tidak berhasil. Dengan pengetahuan hari ini, saya tidak ingin menggunakan pembalap Yamaha lagi,” tukas Bierer.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.