nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketimbang Manajer, Iannone Justru Lebih Tertarik Jadi Pelatih Balap Fenati

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 06:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 14 38 2104699 ketimbang-manajer-iannone-justru-lebih-tertarik-jadi-pelatih-balap-fenati-82bqQCaYzc.jpg Andrea Iannone (Foto: motogp.com)

MISANO – Andrea Iannone memang sudah membantah dirinya bakal menjadi manajer salah satu peserta Moto3 musim 2019, yakni Romano Fenati. Namun, Iannone mengakui bahwa dirinya lebih tertarik untuk menjadi pelatih balap dibandingkan memanejeri Fenati.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir muncul rumor bahwa Iannone tertarik untuk menjadi manajer Fenati. Bahkan sempat tersiar kabar bahwa Fenati sudah beberapa kali bertemu dengan Iannone guna membahas hal tersebut.

Andrea Iannone

Akan tetapi, hal tersebut nampaknya hanya sekadar rumor biasa. Sebab beberapa saat lalu Iannone mengatakan bahwa dirinya saat masih fokus untuk menjalani karier sebagai pembalap bersama Tim Aprilia, dan belum tertarik menjadi manajer rider lain.

Baca Juga: Selain Gunakan Komponen Baru, Aprilia juga Rombak Struktur Tim

Meski begitu, bukan berarti Iannone benar-benar tidak ingin terlibat dalam perjalanan karier Fenati sebagai pembalap profesional. Ya, Iannone mengakui bahwa dirinya siap jika ditunjuk sebagai pelatih balap oleh Fenati pada kejuaraan dunia tahun depan.

“Mengenai urusan di luar trek, kita lihat nanti. Tak mungkin mengubah semuanya. Kakak saya akan mengamati Romano selama 2-3 balapan, dan nanti ia akan mengetahui apa yang terbaik untuk kita berdua,” ucap Iannone, seperti disadur dari GPOne, Sabtu (14/9/2019).

Romano Fenati

“Akan tetapi jelas kami mempunyai segalanya untuk membantu pembalap muda seperti Romano untuk berkembang. Saya memiliki markas yang baik di rumah dengan gym, kantor, dan para pelatih,” sambung pembalap berjuluk The Maniac Joe tersebut.

Baca Juga: Iannone Girang Tembus 10 Besar di MotoGP Inggris 2019

“Saya rasa Romano mempunyai potensi besar. Jelas ia rider hebat dengan talenta hebat pula. Tapi ia juga butuh tuntunan. Saat Anda berusia 18-19 tahun, sungguh mudah kehilangan arah. Kita lihat saja nanti. Kami akan coba membantu Romano sebaik mungkin,” tutupnya.

1
2

Berita Terkait

MotoGP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini