nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Poncharal Duga Zarco Gagal Beradaptasi dengan Motor KTM

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 07:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 38 2093621 poncharal-duga-zarco-gagal-beradaptasi-dengan-motor-ktm-w9w5sKnqDw.jpg Johann Zarco memutuskan berpisah dengan KTM Red Bull pada akhir musim 2019 (Foto: KTM Racing/Twitter)

BORMES LAS MIMOSAS – Manajer Tim KTM Tech3, Herve Poncharal, menyayangkan keputusan Johann Zarco mengakhiri kontrak bersama tim pabrikan KTM Red Bull. Menurutnya, pembalap asal Prancis itu kurang gigih dalam proses adaptasi bersama tim sejak awal musim 2019.

Sebagaimana diberitakan, Johann Zarco memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan KTM Red Bull lebih cepat dari jadwal, yakni akhir musim 2020. Pembalap berusia 29 tahun itu akan berstatus tanpa tim pada akhir musim ini dan sedang mencari kursi kosong di paddock MotoGP.

Johann Zarco mengumumkan keputusannya di Instagram

Baca juga: Punya 4 Pembalap, KTM Tidak Risau Ditinggal Zarco

Herve Poncharal, yang pernah bekerja sama dengan Johann Zarco pada 2017-2018, menyayangkan keputusan tersebut. Meski tidak mau berkomentar banyak, pria berkebangsaan Prancis itu menduga sang pembalap gagal beradaptasi dengan motor RC16 milik KTM.

“Cukup sulit untuk berkomentar mengenai seorang pembalap yang tidak lagi bekerja dengan Anda. Semua orang pasti berpikir Zarco akan berjuang bersama KTM. Namun, sejak tiba awal musim lalu, kami sulit memahami mengapa dia tidak bisa mendapat hasil yang diharapkan,” tutur Herve Poncharal, melansir dari Marca, Senin (19/8/2019).

“Menurut saya, dia gagal beradaptasi dengan KTM dan sudah mencoba cukup lama. Mari kita lihat saja seperti apa kelanjutannya, tetapi saya dan para petinggi KTM terkejut melihat Zarco mengalami masalah,” imbuh mantan pembalap motor tersebut.

Herve Poncharal menduga Johann Zarco sulit beradaptasi dengan KTM (Foto: MotoGP)

Nasib Johann Zarco di MotoGP kian kabur setelah tim-tim pabrikan mempertahankan duet pembalapnya di MotoGP 2020. Pilihan untuk hengkang ke tim satelit pun terbatas karena rata-rata kursinya sudah terisi penuh.

1
2

Berita Terkait

MotoGP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini