nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelatih Sebut Ganda Putri Indonesia Kurang Motivasi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 03 Agustus 2019 18:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 03 40 2087324 pelatih-sebut-ganda-putri-indonesia-kurang-motivasi-fZBIx78clZ.jpg Rizki Amelia/Della Destiara (Foto: PBSI)

BANGKOK – Hasil mengecewakan didapat oleh ganda putri Indonesia dalam gelaran Thailand Open 2019. Bagaimana tidak, pasalnya dari empat wakil yang dikirim untuk berlaga, tiga di antaranya gugur pada pertandingan babak pertama.

Dari empat wakil tersebut, sontak hanya Greysia Polii/Apriyani Rahayu saja yang mampu melaju hingga ke babak perempatfinal. Sedangkan tiga pasangan yang gugur di babak pertama adalah Rizki Amelia/Della Destiara, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila, dan Siti Fadia/Ribka Sugiarto.

Baca juga: Meski Telah Gugur, Shesar Puas dengan Pencapaiannya di Thailand Open 2019

Yulfira Barkah/Jauza Sugiarto sedang bertanding

Tak ayal, kondisi tersebut membuat Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, angkat bicara. Tanpa menutup-nutupi, Eng mengungkapkan kalau ganda putri Indonesia kurang memiliki motivasi. Pasalnya, mereka selalu memiliki kesalahan yang sama. Hal itu membuat Eng berpikir kalau para pemain tersebut tak memiliki niatan untuk memperbaiki diri.

"Saya lihat ada masalah dengan motivasi mereka untuk mau jadi lebih baik. Evaluasi setiap turnamen hampir selalu sama kekurangan dan kelemahannya di mana saja. Tetapi, saya tidak melihat usaha keras dari mereka untuk memperbaiki," beber Eng, mengutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (3/8/2019).

Lebih lanjut, Eng menyoroti performa Rizki/Della yang dianggapnya tidak ada peningkatan. Karena, saat ini Rizki/Della masih tertahan di peringkat ke-16 dunia. Eng pun member peringatan, jika Rizki/Della tetap tak ada kemajuan, maka ia akan berhenti memberi mereka kesempatan untuk tampil dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Rizki Amelia/Della Destiara ketika sedang bertanding

“Saya akan memberikan kesempatan sampai akhir tahun ini. Kalau sampai akhir tahun ini tidak bisa menembus Top 10, maka saya akan stop memberikan kesempatan mereka untuk dapat tiket ke olimpiade. Lebih baik kesempatan itu saya berikan kepada pemain-pemain muda," tegas Eng.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini