JAKARTA – Saat ini setidaknya terdapat tiga pasangan ganda putra Indonesia yang memperebutkan tiket untuk tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Ketiga pasangan tersebut adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Ketiga pasangan tersebut saat ini menempati peringkat delapan besar dunia. Itulah mengapa Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, memberlakukan persaingan terbuka kepada mereka. Pasalnya, meski ketiganya memiliki kualitas yang bagus, namun hanya dua pasang saja yang bisa melaju ke Olimpiade.
Baca juga: Pelatih Buka Persaingan Sehat untuk Ganda Putri Main di Olimpiade

Jika melihat keadaan saat ini, Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra merupakan dua pasangan yang memiliki potensi paling besar untuk menjadi wakil Indonesia di Olimpiade. Hal itu terjadi karena Marcus/Kevin merupakan ganda putra nomor satu dunia dan sedang dalam performa terbaiknya. Sementara itu, Ahsan/Hendra adalah ganda putra yang mengumpilkan poin World Tour Finals terbanyak saat ini.
Kendati demikian, Herry IP tak ingin menutup kemungkinan yang bisa terjadi. Karena menurutnya, bisa saja Fajar/Rian bangkit dan mengejar. Herry IP sendiri tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena menurutnya yang akan lolos adalah mereka yang paling siap.
"Kualifikasi Olimpiade kan masih sampai April 2020, masih panjang. Masih ada kandidat lain juga, Fajar/Rian dan lainnya. Kalau kandidatnya berubah ya memungkinkan juga, siapa yang siap yang akan lolos," kata Herry, menukil dari laman resmi PBSI, Minggu (21/7/2019).

"Hendra/Ahsan harus bisa jaga kondisi fisik dan maintain kesehatan mereka. Kalau teknik sudah matang karena mereka pemain senior, yang harus dijaga itu fisiknya," lanjutnya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.